Kegiatan Berdakwah Tak Hanya untuk Masyarakat Baik

38
Zainut Tauhid (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kegiatan berdakwah tidak hanya terbatas kepada kelompok masyarakat yang sudah baik, tetapi juga kepada kelompok masyarakat yang belum baik.

Maka dari itu, Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengajak untuk berdakwah tidak sebatas kepada orang-orang yang sudah baik saja, bahkan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti, daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, klub malam, atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan.

“Jadi, kalau ada ustadz, kiai, atau ulama yang berani melakukan dakwah di tempat seperti itu, menurut saya, harus diberikan dukungan dan support sepanjang dakwahnya dilakukan dengan cara yang benar, manhaj yang shahih, niat yang baik, ikhlas, dan tidak ada maksud untuk menodai kesucian agama Islam. Apalagi, maksud untuk memperolok-olok agama sebagai bahan ejekan (istihza‘),” katanya dalam keterangan pers yang diterima Muslim Obsession, Jumat (14/9/2018).

Karena, menurutnya, dakwah di tempat tersebut nilainya lebih mulia daripada dakwah di tempat yang baik dengan komunitas yang baik. Tapi, isi dakwahnya mengajak kepada kejahatan, penuh dengan ujaran kebencian, fitnah, dan mengadu domba antarkelompok masyarakat.

kegiatan berdakwah, kata dia, merupakan sebuah ajakan manusia untuk menuju jalan kebaikan, jalan yang diridhai Allah Swt dengan penuh kebijaksanaan (bil-hikmah). Semisal kebaikan (uswatun hasanah) dan berargumentasi dengan cara yang baik (wajadilhum billati hiya ahsan).

Dia juga mengatakan, masyarakat sering mengartikan tugas dakwah itu dengan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar).

“Untuk mengajak kepada kebaikan itu harus dengan cara-cara yang baik, begitu juga untuk mencegah kemungkaran tidak boleh dengan cara yang mungkar,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here