Kecam Aksi Bom Bunuh Diri, Ketum Parmusi Minta Pemerintah Sikapi dengan Bijaksana

107
Usamah Hisyam - Ok
Ketua Umum PP Parmusi, H. Usamah Hisyam. (Foto: Edwin B/Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk arif dan bijaksana menyikapi kejadian bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan yang terjadi pada Ahad (28/3/2021).

Menurutnya, aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab bukanlah representasi dari aktivis ormas Islam di Tanah Air.

“Tentu saya mengutuk keras aksi bom bunuh diri ini. Perbuatan tak bertanggung jawab yang mengganggu ketenangan kehidupan beragama setiap anak bangsa. Ini murni ulah oknum, bukan aktivis ormas Islam,” ketusnya, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Mantan Wapres Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Seperti diberitakan, pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3/2021) diketahui merupakan pasangan suami istri. Keduanya diduga polisi merupakan bagian dari salah satu kelompok terlarang.

Usamah menegaskan, aksi terorisme bukanlah bagian dari agama manapun, apalagi bagian dari Islam sebagai agama damai yang menyerukan kedamaian. Oleh karenanya, jelas Usamah, jangan pernah ada dugaan bahwa aksi bom bunuh diri tersebut dilakukan oleh oknum yang berafiliasi pada ormas Islam.

“Jelas bukan dari ormas Islam. Jadi, jangan berpikir atau menduga ini ada kaitannya dengan ormas Islam. Pelakunya, oknum tersebut, jelas bukan aktivis ormas Islam. Pemerintah dan aparat keamanan harus clear soal ini,” tegasnya.

Baca juga: MUI: Bom Bunuh Diri Tidak Ada Kaitannya dengan Agama Mana Pun

Usamah mengingatkan bahwa aktivis ormas Islam di Tanah Air bukanlah perusak, apalagi melakukan bom bunuh diri untuk mengganggu kehidupan beragama umat lain. Sebaliknya, lanjut Usamah, para aktivis ormas Islam merupakan para pejuang, sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.

“Para aktivis Islam berkontribusi besar bagi bangsa dan negara ini. Sejak dulu hingga sekarang, mereka berjuang untuk membangun bangsa dan negeri ini sekalipun berjuang dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Langit (APBL) tanpa bantuan dari manapun kecuali dari Allah Ta’ala,” ungkap Usamah.

Usamah menyambut baik respons Presiden Joko Widodo yang dalam keterangan persnya menyatakan serangan teroris itu sebagai kejahatan kemanusiaan. Sebaliknya, Presiden mengajak publik untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme.

“Saya setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi. Semoga Pak Jokowi dan aparat keamanan satu suara tentang ini, tidak menduga-duga ada kaitan aksi bom bunuh diri ini dengan ormas Islam,” ujarnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here