Ke Masjidil Haram, Menag Kenakan Sarung Batik

538

Makkah, Muslim Obsession – Halaman Masjidil Haram tampak masih lengang ketika Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) mulai menginjakkan kaki di sana.

Menag yang mengenakan setelan khasnya, songkok hitam, baju koko hitam, sarung batik klasik kombinasi krem, coklat, dan hitam, serta alas kaki slop hitam itu terlihat mencolok di bawah terik langit Makkah. Kalau kita lihat penunjuk temperatur, suhu di Makkah kali ini mencapai 40 derajat celcius.

“Adem bersarung batik begini. Ini sebenarnya jarik yang saya jahit menjadi sarung,” kata Menag saat ditanya alasannya mengenakan sarung tersebut, Sabtu (3/8).

Kali ini memang tak ada jadwal kunjungan resmi yang dimiliki Menag. Ia sengaja mengkhususkan diri untuk beri’tikaf di Masjidil Haram jelang waktu dzuhur.

Beberapa menit sebelumnya, Menag memilih moda transportasi bus shalawat untuk mengantarnya ke Masjidil Haram. Halte bus shalawat nomor 7 rute Syisyah-Syib Amir persis berada di depan Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah tempatnya menginap selama musim haji.

Tapi bukan Menag LHS namanya kalau ia tak mengecek langsung kualitas layanan Kementerian Agama. Berada di atas bus shalawat, ia menyapa jemaah untuk menggali kesan mereka terhadap layanan hotel, makanan, dan fasilitas bus.

“Gimana hotelnya bu? Hotelnya di mana?” tanya Menag kepada seorang ibu yang duduk di sampingnya.

“Baik pak. Alhamdulillah. Tinggalnya di hotel Mina 2, bagus…” ujar sang ibu yang memilih berdiri mendekat ke arah Menag saking antusiasnya.

Setibanya di terminal, Menag melihat langsung kegigihan para petugas. Ia lalu bergegas membaur bersama jemaah lainnya berjalan bersama menuju Masjidil Haram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here