Ke Mana Arah Suara Politik Ustadz Abdul Somad?

986
UAS di MPR
Ustadz Abdul Somad (UAS) saat memberikan taushiyah pada peringatan Harlah MPR RI dan HUT RI ke-73.. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Posisi Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai tokoh agama yang digandrungi jutaan rakyat Tanah Air, dinilai dapat mempengaruhi jumlah suara di Pilpres 2019 nanti. Tak heran jika para pendukung masing-masing kandidat berusaha untuk menggaet ulama muda asal Riau tersebut.

Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy) di antaranya yang diketahui melobi UAS. Setidaknya, jika tak mendukung Jokowi, Rommy meminta UAS tidak menunjukkan keberpihakannya kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Namun, Rommy yang merupakan Dewan Penasihat Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf tidak menjawab lugas ketika ditanya ihwal keberpihakan UAS dalam pemilihan presiden 2019, usai lobi-lobi politik dilakukan.

“Kalau itu, pastinya silakan ditanyakan ke UAS saja,” ujar Rommy, Ahad (3/3/2019).

Sebagaimana tersiar dalam video singkat yang viral di media sosial, UAS hanya mengatakan tak akan berceramah dalam acara yang mengundang calon presiden dan wakil presiden.

“Untuk menjaga netralitas,” ujar UAS dalam cuplikan berdurasi kurang dari semenit itu.

Rommy mengatakan, selain UAS, dirinya juga mengajak dai Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym ke “tengah”.

Tahun lalu Rommy menemui AA Gym yang juga pernah direkomendasikan oleh ulama pendukung Prabowo sebagai calon wakil presiden, dan menanyakan pandangannya soal pemerintahan Jokowi. Belakangan ini Rommy melihat postingan Aa Gym sudah tidak berbicara soal pasangan nomor urut 01 atau 02 lagi.

UAS dan AA Gym masuk dalam daftar tokoh agama yang imbauannya paling didengar oleh pemilih menurut survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. UAS menempati posisi nomor wahid.

“Elektoral yang tercatat mendengarkan ujaran-ujaran Abdul Somad mencapai 30,2 persen,” kata Peneliti LSI Denny JA, Ikrama M, dalam konferensi pers bertajuk Ulama dan Elektoralnya di gedung LSI, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Rabu (14/10/2018).

Suara masyarakat yang mengikuti imbauan UAS ini mengungguli empat ulama populer lainnya, yakni Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Abdullah Gymnastiar, dan Rizieq Shihab. Menurut Ikrama, Abdul Somad didengarkan karena konten-konten dakwahnya.

Selain itu popularitas UAS melonjak lantaran ia pernah diajukan oleh kelompok ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto saat Ijtima Ulama pertama.

Akibat hal ini UAS kerap dipersepsikan lekat dengan Prabowo. Namun, dia menolak secara halus ketika diusulkan menjadi cawapres mendampingi Prabowo ketika itu.

“Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo,” tulis UAS lewat akun Facebook-nya, akhir Juli 2018 silam. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here