Katib Aam PBNU Sangkal NU Pecah Jelang Pilpres 2019

567
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf

Banjar, Muslim Obsession – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menampik ada perpecahan di internal NU sebagai imbas perbedaan sikap politik di pemilihan presiden 2019.

Ia menjelaskan NU memiliki pengalaman panjang terkait perbedaan pandangan politik di antara pengurus maupun kadernya.

“Enggak, kami kan sudah punya pengalaman lama sejak Orde Baru,” katanya di sela acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Yahya mencontohkan saat Orde Baru banyak pengurus NU yang menjadi kader Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Demokrasi Indonesia. Meski berbeda, kata dia, secara organisasi NU tetap guyub.

Sama seperti Orde Baru, Yahya mengamini jika ada pengurus yang menjadi pendukung pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin, dan paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Ini yang datang aja (ke acara Munas-Konbes) mungkin nggak semua sama. Orangnya macam-macam, namanya juga orang,” ujarnya.

Yahya menjelaskan secara organisasi, NU tegas tidak menyatakan sikap politiknya. Namun, menurut dia, jika ada banyak pengurus yang terlibat dalam pemenangan salah satu pasangan calon, hal itu dianggap lumrah.

“Kalau banyak orang terbawa suasana, ikut kampanye, ya, itu namanya orang. Namanya juga kita di tengah suasana kayak gini, mau gimana lagi,” tuturnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here