Kasus Covid-19 Naik, Luhut: Kemarin Ramai-Ramai Mudik, Ini Buahnya

105

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak melakukan refleksi diri menyusul kenaikan kasus COVID-19 yang terjadi beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kenaikan kasus COVID-19 merupakan kesalahan semua pihak. Terutama masyarakat yang memaksakan mudik lebaran, padahal pemerintah sudah melarang.

“Ini kesempatan buat kita berkaca. Ini kesalahan kita ramai-ramai. Pemerintah sudah habis-habisan minta kita stay at home, tidak mudik. Kemarin kita ramai-ramai, ya ini buahnya,” katanya dalam konferensi pers virtual Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Bidang Alat Kesehatan, Selasa (15/6/2021).

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) meminta masyarakat dan pemerintah untuk waspada menyikapi lonjakan kasus aktif COVID-19.

Ia juga mengingatkan para pemimpin untuk selalu bisa memberikan contoh baik untuk bisa menekan penularan virus corona.

“Kita semua harus melakukan perenungan. Kalau kita sebagai pemimpin tidak memberikan contoh, ini dampaknya seperti ini. Banyak korban yang kita sadari langsung ataupun tidak langsung akibat kelakuan kita sendiri,” katanya.

Kasus penularan COVID-19 di Indonesia mencatatkan penambahan sebesar 8.189 orang sehingga secara akumulatif jumlahnya mencapai 1.919.547 kasus, menurut data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 pada Senin, pukul 12.00 WIB.

Penambahan kasus COVID-19 paling banyak terjadi di DKI Jakarta yakni sebanyak 2.722 kasus, diikuti Jawa Barat (1.532 kasus) dan Jawa Tengah (1.400 kasus).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbaumasyarakat untuk menaati protokol kesehatan. Mengingat kondisi kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota tinggi dalam minggu terakhir ini.

“Ibu Kota dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting,” kata Anies.

Lebih lanjut, kata dia, jika fase lonjakan kasus COVID-19 itu tidak terkendali itu terjadi maka harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu. “Kita inginkan peristiwa itu tak berulang,” ungkapnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here