Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Mesir Akan Tutup Masjid yang Tak Patuhi Prokes

80
Menteri Awqaf Mesir, Mohamed Mokhtar Gomaa. (Foto: piczard)

Kairo, Muslim Obsession – Menteri Awqaf Mesir, Mohamed Mokhtar Gomaa menegaskan, pemerintah Mesir akan menutup masjid yang tidak mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Tak hanya itu, mengutip Iqna.ir, Senin (4/1/2021), Gomaa juga mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pengurus masjid yang gagal menjalankan tugas dalam menerapkan protokol kesehatan.

Penutupan masjid juga akan dilakukan bila jamaah tidak mematuhi prosedur protokol kesehatan. Gomaa bahkan berharap masyarakat beribadah di rumahnya masing-masing.

“Dalam kondisi seperti ini tidak ada salahnya seseorang beribadah di rumahnya, baik karena takut pada dirinya sendiri atau orang lain, atau dia bertujuan untuk mendukung untuk mengurangi kerumunan dan mempraktikkan jarak sosial,” ujar Gomaa.

Gomaa menguraikan, pihaknya juga telah meminta para khatib Jumat untuk menyampaikan materi khutbah tidak lebih dari 10 menit.

Sejak mencatat lonjakan kasus Covid-19 di mana lebih dari 1.000 orang terinfeksi setiap harinya, pemerintah Mesir mulai menerapkan denda langsung terhadap pelanggar tindakan pencegahan Covid-19.

Denda langsung sebesar 50 pound Mesir akan dikenakan bagi masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker.

Peraturan tersebut termasuk pemakaian masker di departemen pemerintah, bank, dan semua alat transportasi umum seperti mikrolet dan taksi, stasiun metro dan kereta api nasional. Namun ada pengecualian bagi pemilik mobil pribadi yang tidak diwajibkan memakai masker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here