KASN Sebut Jual Beli Jabatan Tak Hanya di Kemenag

415
Ketua KASN Sofian Effendi didampingi Jimly Asshiddiqie (Foto: Bal)

Jakarta, Muslim Obsession – Praktik jual beli jabatan diduga tak hanya terjadi di Kementerian Agama. Tapi lebih dari separuh kementerian dan lembaga yang melakukan praktik culas itu.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Sofian Effendi pada diskusi yang diselenggarakan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

“Presiden pernah bertanya kepada saya, berapa banyak Kementerian yang terlibat dalam praktik transaksi? Saya tak berani menduga, ya lebih dari separuh. Tapi kami duga lebih dari 90 persen yang melakukan praktik, tinggal levelnya beda-beda,” ungkapnya.

Sejak 2017, KASN menganalisa praktik jual beli jabatan ini dan hasilnya sangat masif. Kementerian yang terkait dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM), justru banyak yang melakukan praktik jual beli jabatan ini.

Dia mengungkapkan praktik jual beli jabatan paling banyak terjadi di kementerian yang menangani masalah pendidikan dan agama.

“Itu yang paling marak. Cuma kami belum memiliki instrumen untuk membuktikan dan menangkap,” ucapnya.

Pada Kementerian Agama, Sofian menyampaikan pihaknya sudah mengendus adanya ‘permainan’ dalam seleksi pencalonan dan pengangkatan jabatan pimpinan tinggi. KASN juga sempat memperingatkan Sekjen Kemenag, Nur Kholis Setiawan mengenai adanya calon yang memiliki rekam jejak buruk.

“Ada 18 jabatan pimpinan tinggi, dan kami sudah perintahkan ada dua dari 18 calon itu agar tidak dimasukkan. Namun tetap dilakukan seleksi,” tukasnya.

Sofian mengatakan tujuan dari peringatan itu agar calon yang bermasalah tidak diloloskan dalam proses seleksi. Sayangnya, peringatan itu tidak didengarkan oleh Kemenag.

Salah satu dari calon yang bermasalah itu kemudian tetap diloloskan. Dari situ, KASN melihat adanya ‘permainan’ pada seleksi jabatan di Kemenag.

“Itu tanggal 1 (Maret) kami terima surat dari Kemenag. Bahwa mereka tidak bisa menerima pandangan KASN. Setelah itu beberapa hari lalu saya baca surat tanggal 1 Maret dan tanggal 15 yang bersangkutan tertangkap dalam OTT oleh KPK,” bebernya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here