Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Madu kepada Bayi?

135

Jakarta, Muslim Obsession – Madu adalah sumber pemanis alami dengan warna kuning kecokelatan yang khas. Berkat rasa manis serta segudang manfaat di baliknya, madu jadi kegemaran banyak orang, tak terkecuali bayi.

Namun, bagi Anda yang memiliki bayi, mungkin Anda sering bertanya-tanya sudah amankan kalau si kecil diberi madu sejak dini? Adakah patokan usia terbaik dalam mengenalkan madu kepada bayi?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), keputusan orangtua memberikan madu untuk bayi yakni karena memiliki beberapa manfaat.

Manfaat bayi mengonsumsi madu misalnya dapat menjaga daya tubuh. Daya tahan tubuh bayi yang kuat dapat membantunya terhindari dari berbagai macam penyakit.

Di sisi lain, madu juga kerap digunakan sebagai obat herbal tradisional untuk meredakan gejala batuk dan sulit tidur.

Gejala berupa batuk dan sulit tidur tersebut biasanya dialami oleh anak dengan masalah infeksi saluran napas bagian atas.

Hal ini membuat banyak orangtua berpikir bahwa madu untuk bayi aman diberikan di usia berapa pun. Padahal kenyataannya tidak semudah itu.

Menurut ikatan dokter anak di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics (AAP), waktu paling aman untuk memberikan bayi madu yaitu saat usianya telah menginjak 12 bulan atau 1 tahun.

Aturan pemberian madu untuk bayi ini berlaku baik bagi madu murni ataupun madu olahan. Selain itu, aturan ini tidak hanya berlaku untuk madu asli yang berbentuk cair saja, tapi juga untuk semua makanan yang diolah bersama madu.

Bagaimana cara memperkenalkan madu kepada bayi?

Sesuai aturan sebelumnya, Anda tidak perlu buru-buru dalam memberikan madu untuk bayi. Berikan madu ke dalam makanan bayi di waktu terbaik sesuai usianya.

Sebaiknya, biarkan si kecil mencicipi madu dalam jumlah sedikit dulu sebagai langkah pertama dalam proses pengenalan makanan.

Setelah itu, coba tunggu kurang lebih tiga sampai empat hari bila ingin beralih mengenalkan jenis makanan baru lainnya.

Tujuannya agar Anda dapat menilai apakah bayi alergi terhadap madu atau tidak. Jika Anda langsung memberikan jenis makanan baru selama beberapa hari berturut-turut setelah mengenalkan madu, takutnya akan membuat rancu.

Maksudnya Anda mungkin akan kesulitan dalam menemukan makanan mana yang menimbulkan gejala alergi pada bayi.

Setelah bayi tidak menunjukkan gejala alergi apa pun, Anda boleh mulai memberikannya madu, entah sebagai makanan maupun minuman.

Pastikan Anda menyajikan makanan yang bisa menarik minat bayi untuk mencicipi madu misalnya mencampurkan madu bersama dengan yoghurt, oatmeal, smoothie, dan lain sebagainya.

Sebisa mungkin ciptakan kesan yang baik untuk pengalaman pertama bayi makan madu. Setelah Anda memperkenalkan madu untuk bayi, biasanya ada dua kemungkinan yang terjadi.

Bayi bisa langsung menyukainya atau menolak di awal-awal dan baru benar-benar menyukainya setelah beberapa kali percobaan.

Biasanya, butuh sekitar 10-15 kali percobaan memberikan madu untuk bayi sebelum menyimpulkan bahwa ia memang tidak menyukainya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here