Kanada Akan Sikat Habis Rasisme dan Islamofobia

376
Menteri Warisan Budaya Pablo Rodriguez

Ottawa, Muslim Obsession – Menteri Warisan Budaya Pablo Rodriguez mengumumkan negaranya akan memerangi diskriminasi sistemik melalui program komunitas, kampanye pendidikan publik, dan memerangi kebencian di media sosial.

“Meskipun kami bangga menjadi negara yang ramah dan inklusif, kami tahu bahwa rasisme dan diskriminasi masih menjadi kenyataan bagi banyak warga Kanada di seluruh negeri,” ujar Pablo seperti dilansir National Post, Kamis (27/6/2019).

Strategi anti-rasisme nasional ini baginya merupakan langkah awal yang penting dalam membangun negara yang lebih inklusif, di mana semua warga Kanada dapat berpartisipasi secara setara.

Rencana memerangi diskriminasi itu diumumkan pada Selasa lalu, termasuk definisi Islamofobia yang diambil dari Komisi Hak Asasi Manusia Ontario. Di mana Islamophobia diartikan sebagai bagian dari rasisme, stereotip, prasangka, ketakutan atau tindakan permusuhan yang ditujukan pada individu Muslim atau pengikut Islam pada umumnya.

Selain tindakan individu intoleransi dan pelaporan rasial, Islamofobia dapat menjadikan umat Islam sebagai ancaman keamanan yang lebih besar pada tingkat kelembagaan, sistemik dan masyarakat.

Strategi anti-rasisme dikembangkan setelah 22 sesi konsultasi antara Oktober 2018 dan Maret 2019, di mana pemerintah mendengar keluhan dari sekitar 600 orang. Strategi ini menjanjikan $ 4,6 juta untuk membentuk sekretariat anti-rasisme di dalam departemen Warisan Federal yang akan memimpin pendekatan seluruh pemerintah dalam mengatasi rasisme dan akan melaporkan hasilnya secara publik.

Survei Rumah Tangga Nasional Kanada tahun 2011 memperkirakan Muslim di Kanada sekitar 1.053.945, atau sekitar 3,2% dari populasi, menjadikan Islam agama terbesar kedua di negara ini setelah agama Kristen.

Statistik Kanada melaporkan lonjakan 151% dalam kejahatan kebencian anti-Muslim yang dilaporkan polisi pada tahun 2017 setelah serangan masjid Quebec dan RCMP mengatakan ekstrimis sayap kanan telah menjadi berani di Kanada.

Dua tahun lalu, seorang pria bersenjata Kanada melepaskan tembakan ke sebuah masjid di Kota Quebec pada malam 29 Januari 2017, menewaskan enam orang dan melukai 19 lainnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here