Kali Pertama Pimpinan Tertinggi Taliban Tampil di Ruang Publik

62

Jakarta, Muslim Obsession – Waktu yang ditunggu, akhirnya pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, tampil di depan publik untuk pertama kalinya. Ia tampil saat berbicara pada para pendukungnya di Kota Kandahar, Afghanistan.

Melansir AFP, penampilan publik pertama Akhundzada ini diumumkan oleh para pejabat Taliban pada Ahad (30/10) waktu setempat.

Sebelumnya, pada Sabtu (30/10), Akhundzada mengunjungi Madrasah Darul Uloom Hakimah untuk berbicara dengan tentara dan murid-muridnya yang pemberani.

Kehadiran Akhundzada di tengah publik didukung oleh keamanan yang ketat. Tak ada foto ataupun video yang muncul. Namun, rekaman audio 10 menit dibagikan oleh akun media sosial Taliban.

Dalam pertemuan-pertemuan itu, Akhundzada–atau yang disebut sebagai panglima umat–memberikan pesan-pesan keagamaan.

Pidatonya sama sekali tak menyentuh politik. Alih-alih demikian, Akhundzada justru meminta rida Tuhan YME bagi kepemimpinan Taliban.

Dia juga berdoa untuk para martir Taliban, milisi yang terluka, dan keberhasilan pejabat Imarah Islam dalam menjalankan pemerintahan yang dianggap ‘ujian besar’.

Akhundzada diketahui telah menjadi pemimpin Taliban sejak 2016 lalu. Namun, selama memimpin, Akhundzada dikenal sebagai sosok yang tertutup. Dia tetap tertutup bahkan ketika Taliban berhasil menguasai Afghanistan pada Agustus lalu.

Profilnya yang begitu tertutup memicu spekulasi mengenai perannya dalam pemerintahan baru Taliban, hingga mendorong munculnya rumor mengenai kematiannya.

Akhundzada ditunjuk sebagai pemimpin Taliban dalam transisi kekuasaan yang cepat setelah sebuah serangan drone Amerika Serikat (AS) tahun 2016 menewaskan pendahulunya, Mullah Akhtar Mansour.

Akhundzada diyakini menghabiskan sebagian besar waktunya di Kandahar, salah satu kota utama di selatan Afghanistan.

Pada 7 September lalu, dia sempat berpesan pada pemerintah Taliban yang baru diangkat di Kabul untuk menegakkan hukum syariah.

Pekan lalu, Mullah Yussef Wafa, gubernur Taliban di Kandahar mengaku rutin berkontak dengan Akhundzaka. Pertemuan rutin dilakukan untuk membicarakan pengendalian situasi di Afghanistan.

“Karena dia adalah guru kami, dan guru semua orang. Kami mencoba belajar sesuatu darinya. Dia memberikan nasihat kepada setiap pemimpin Imarah Islam di Afghanistan, dan kami mengikuti aturannya, sarannya,” ujar Mullah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here