Kaji Ihya Ulumuddin, Menag Ajak Beragama dengan Hati

468
Menag kaji Ihya 'Ulumuddin
Sujiwo Tejo, Menag Lukman, Ulil Abshar Abdalla duduk dalam satu panggung dalam acara PesanTrend, Jakarta, Kamis (6/9/2018). (foto: fkusuma)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk beragama dengan hati. Menurutnya, beragama itu tidak semata menggunakan nalar dan pemahaman tekstual, tetapi yang lebih penting adalah mengaktifkan hati.

Demikian dikemukakan Menag dalam acara PesanTrend, Jakarta, Kamis, (6/9/2018), seperti dilansir Kemenag, Jumat (7/9/2018).

PesanTrend adalah salah satu acara dalam rangkaian peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober mendatang. Acara yang berisikan pengajian Kitab Ihya Ulumuddin Al-Ghazali ini diselenggarakan di salah satu café di Jakarta.

Menurut Menag, Al-Ghazali melalui kitab yang merupakan master piece-nya mampu menggabungkan secara epic antara syariat dan hakikat. Di dalamnya tidak hanya bicara fiqh, tetapi juga sejarah, termasuk tasawuf.

“Al-Ghazali adalah ulama yang sangat luar biasa, dapat menggabungkan pendekatan tekstual dan nalar sekaligus,” ujarnya.

Penggabungan antara pendekatan keduanya, yang dilakukan oleh Al Ghazali, adalah seturut dengan visi Kementerian Agama.

“Dimana moderasi beragama yang kita usung adalah menggabungkan antara pemahaman tekstual dan nalar sekaligus. Yang seringkali menegasi tidak saling mengisi,” lanjutnya.

Pengajian Ihya Ulumuddin diampu oleh Ulil Abshar Abdalla. Sebagai pengampu ngaji Ihya Ulumuddin di media sosial, Ulil berdampingan dengan Budayawan Sujiwo Tejo.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren A. Zayadi, serta Sesmen Khoirul Huda. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here