Kahmi Desak Sukmawati Minta Maaf

542
Ahmad Doli Kurnia (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Presidium Majelis Nasional Kahmi, Ahmad Doli Kurnia menyesalkan puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri karena sudah menjadi buah bibir masyarakat banyak, apalagi puisi tersebut datang langsung dari putri Proklamator.

Doli pun mengimbau Sukmawati untuk minta maaf kepada rakyat Indonesia, sebagai ksatria dan negarawan seperti ayahnya.

“Oleh karena itu, langkah bijak yang harus dilakukan oleh Ibu Sukmawati adalah introspeksi diri serta memohon maaf kepada rakyat Indonesia, sebagai ksatria dan negarawan seperti sang Proklamator, ayahnya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Muslim Obsession, Rabu (4/4/2018).

Puisi kontroversial itu datang dari anggota keluarga yang selama ini dihormati sebagai Bapak Bangsa, yang ikut membidani lahirnya Indonesia, sangat kental pemahaman tentang kultur Indonesia yang agamis, berbudaya, dan beradab.

“Indonesia yang dilahirkan oleh Bung Karno dan founding father lainnya adalah Indonesia yang didasari oleh nilai-nilai Ke-Tuhanan, Ke-manusiaan, dan Kebersamaan yang saling menghargai dan menghormati keberagaman dan perbedaan,” tegasnya.

Selain itu, Ia menyayangkan, di tengah-tengah pendinginan dan penciptaan suasana ke arah yang lebih kondusif serta pemulihan kembali situasi bangsa pasca pilkada DKI yang begitu sangat tinggi dinamikanya, tiba-tiba lahir puisi yang seolah mengundang kembali suasana pertentangan antara ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

“Bagi Kahmi dan Keluarga Besar HMI, yang lahir dua tahun setelah kemerdekaan, nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan adalah doktrin yang satu dan tak terpisahkan dalam berkomitmen dan melakukan seluruh peran, kontribusi, serta aktivitasnya sebagai anak bangsa. Dan kami akan selalu menjadi yang terdepan menjaga apabila ada kekuatan-kekuatan yang berupaya memisahkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan,” tuturnya.

Sebagai anak bangsa, menurut Doli harus mencerminkan pengembangan kehidupan yang damai, harmonis, rukun, dan tentram berbasis nilai-nilai religiusitas dan kebudayaan Indonesia. Itu semua berlaku untuk setiap aspek kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Apa yang telah dilakukan oleh Ibu Sukmawati adalah sesuatu yang dapat menciderai kehidupan yang sejak awal dibangun oleh orang tuanya. Apa yang disampaikan oleh Ibu Sukmawati tidak ada hubungannya dengan pertentangan seni, budaya, dan politik. Apa yang disampaikan Ibu Sukmawati adalah sesuatu pemikiran yang justru keliru, bertentangan, dan berbahaya bagi ke-Indonesiaan,” jelasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here