Kadung Cinta, Mahasiswa Azerbaijan Sebut Indonesia Jadi Negara Kedua

881

Baku, Muslim Obsession – Indonesian Cultural Festival (ICF) 2018 tak hanya jadi perhelatan terbesar Indonesia di Azerbaijan. Nyatanya, antusiasme juga dimiliki anak-anak muda Negeri Tanah Api tersebut untuk mengikutinya.

Sudah sejak gelaran awal ICF pada 2016, para mahasiswa Azerbaijan banyak yang terlibat. Mereka berasal dari sejumlah universitas yang mengaku kadung cinta, senang, dan menyukai seni budaya Indonesia.

Salah satunya adalah Gulnar. Mahasiswi cantik ini bahkan sempat mendapatkan beasiswa studi budaya di Bali. Menurut Gulnar, ia bersama teman-temannya sangat menantikan ICF sebagai event tahunan yang selalu ditunggu warga Azerbaijan.

“Saya dan teman-teman mahasiswa Azerbaijan sangat antusias mengikuti ICF. Kami akan mengajak keluarga dan sahabat untuk melihat event luar biasa ini,” ungkapnya di sela-sela latihan di Wisma Indonesia di Baku, Selasa (11/9/2018).

Antusiasme juga tak cuma milik Gulnar. Hal yang sama dirasakan Laila yang pernah mendapatkan beasiswa studi budaya di Padang, Sumatera Barat.

“Jujur, di dalam hati, jiwa, dan raga kami selalu ada Indonesia. Bagi kami Indonesia merupakan negara kedua. Terima kasih kepada Bapak Duta Besar yang memperkenalkan Indonesia di sini, sehingga kami cinta Indonesia,” ujar Laila yang dalam waktu dekat akan studi S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB).


Baca juga: 


ICF 2018 akan digelar tak lama lagi di Kota Baku, Azerbaijan, yakni pada 11, 13, 14, 15, dan 16 September 2018. Gelaran ICF ke-3 tersebut akan mengusung tema “Keeping the Archipelago Greatest Culture Alive”.

ICF 2018 akan diadakan di dua tempat berbeda, yaitu Heydar Aliyev Sarayi dan Fountaine Square. Tempat yang disebut terakhir merupakan pusat perbelanjaan luar ruang yang selalu ramai dikunjungi masyarakat Azerbaijan dan turis mancanegara karena letaknya di tengah jalur Sirkuit Formula 1 Baku.

ICF kali ini tak hanya diikuti para pengusaha yang akan memperkenalkan produk-produknya. Sejumlah pemerintahan daerah juga turut berpartisipasi, seperti Pemkab Tulang Bawang Barat, Pemprov DKI bersama Srikandi Jakarta.

Adapun produk asli Indonesia yang akan dipamerkan antara lain Batik Betawi Gobang, Delima Candi Amazing, PT PASI, Batik Coretta Indonesia, Kerajinan Kayu Larasindo Furniture dari Klaten Jawa Tengah, PT. Langlang Buwana, KK Shop (Batik Cake), Altra Tour and Travel, dan kerajinan SanCraft.

Seni dan budaya tanah air pun akan turut dipromosikan. Hadir pada ICF 2018 nanti para pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), para kaligrafer nasional utusan Kemenag RI, dan penampilan seniman Reog Ponorogo dari sanggar Sabuk Janur yang datang langsung dari Ponorogo, Jawa Timur. Hadir juga penampilan musik Jazz dari Dwiki Darmawan, Ita Purnama Sari, dan Amelia Ong.

ICF 2018 merupakan kegiatan tahunan terbesar yang diselenggarakan KBRI di Baku bekerja sama dengan event organizer dari Jakarta, PT. Dana Dyaksa Nusantara (DAYA).

Saat ini, Azerbaijan mulai dilirik sebagai tujuan pasar produk Indonesia. Sejumlah produk tanah air bahkan ada yang dijual secara eceran. Sementara generasi muda Azerbaijan pun semakin banyak yang belajar dan kuliah di sejumlah universitas di Indonesia. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here