Jurnalis Myanmar Klaim Pemerintah Gagal Bela Kebebasan Pers

437
Seorang pria menulis pesan di poster yang menggambarkan wartawan yang ditahan Wa Waone dan Kyaw Soe Oo pada acara hari kebebasan pers di Yangon pada tanggal 1 Mei (Reuters)

Yangon, Muslim Obsession – Menandai Hari Kebebasan Pers Dunia pada Kamis (3/5/2018), jurnalis di Myanmar mengklaim pemerintah mereka gagal membela kebebasan media pers.

Kelompok aktivis Free Expression Myanmar dan organisasi mitranya mewawancarai 200 jurnalis antara Januari dan April. Mereka menemukan hampir separuhnya mengakui bahwa mereka kurang memiliki kebebasan sebagai jurnalis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jurnalis frustrasi oleh kegagalan pemerintah untuk melaksanakan komitmen manifesto pemilihannya untuk meningkatkan kebebasan media,” kata mereka, sebagaimana dilansir Arab News, Jumat (4/5/2018).

Bahkan 79 persen jurnalis yang ditanyai untuk survei menjawab kebebasan mereka rendah atau sangat rendah. Sebelumnya, polisi pernah menangkap dua wartawan Reuters pada 12 Desember Wa Waone dan Kyaw Soe Oo. Mereka menghadapi hukuman 14 tahun penjara di bawah tuduhan pelanggaran Undang-undang Rahasia Resmi era kolonial.

“Jurnalis semakin percaya bahwa pemerintah, termasuk militer, adalah ancaman terbesar terhadap kebebasan media di Myanmar. Baik melalui penggunaan terus-menerus dari undang-undang opresif lama yang tidak memiliki rencana nyata untuk mengubah dan pengadopsian undang-undang opresif yang baru,” ujar mereka. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here