Jumlah Peziarah Muslim ke Eropa Melonjak

396
Pusat Komunitas Muslim di Kota Moskow (Photo: Russia Beyond)

Jakarta, Muslim Obsession – Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak peziarah Muslim mengunjungi situs ziarah di Eropa.

Bahkan, banyak situs ziarah baru mulai bermunculan di benua tersebut. Para peneliti dari beberapa negara Eropa juga turut berkontribusi. Mereka mengidentifikasi sejumlah tren dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya, banyak umat Islam telah mendirikan sejumlah situs ziarah baru, terutama di Eropa Barat.

Hal ini terjadi di tempat-tempat di mana, misalnya, tokoh-tokoh agama penting dimakamkan. Dengan cara ini, imigran Muslim telah melanjutkan tradisi lama dengan mengunjungi makam-makam itu, yang mana dapat ditemukan di Eropa Tenggara, Asia dan Afrika.

“Kami juga melihat munculnya situs ziarah Kristen dan Muslim. Misalnya, di Brittany Prancis, situs ziarah Kristen telah dikonversi menjadi situs untuk kedua agama karena memiliki keterkaitan kisah yang sama dengan Islam,” kata Ingvild Flaskerud, peneliti di Fakultas Teologi, Universitas Oslo.

Dikatakannya, situs ziarah baru dapat memperkuat identitas kelompok agama. Sedangkan situs-situs tua terus direnovasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, umat Islam juga semakin sering mengunjungi tempat-tempat ziarah Kristen, khususnya di Eropa Selatan. Sementara orang-orang Kristen juga mengunjungi tempat-tempat ziarah umat Muslim, yang dapat ditemukan di Eropa Tenggara.

“Tidak aneh, bagi kelompok agama yang berbeda untuk melakukan perjalanan ke situs yang sama. Situs-situs itu dianggap sakral dan setiap orang dapat berbagi pengalaman dalam kekuatan suci. Hal demikian, dianggap memiliki akar dengan zaman dahulu. Bahkan, orang-orang tidak peduli siapa yang memiliki situs suci tersebut,” terangnya, sebagaimana dikutip dari Science Nordic, Sabtu (30/6/2018).

Di Eropa Tenggara misalnya, situs ziarah tua telah dihidupkan kembali. Pasca pameran keagamaan dilarang di bawah komunisme dan sosialisme.

Situs ziarah kumuh telah direnovasi dan di negara-negara seperti Bosnia-Herzegovina dan Albania orang berkumpul untuk festival haji. Di mana politisi, pemimpin agama dan popstars sering berpartisipasi. Festival menjadi tempat berkumpul semua orang.

“Bahkan di Balkan, festival-festival ini menjadi tempat pertemuan. Banyak pekerja migran dan pengungsi yang kembali untuk ambil bagian. Hal ini bisa sangat berarti bagi tempat-tempat kecil yang telah mengalami perang dan penindasan,” kata Flaskerud.

Bagi banyak orang, ziarah adalah tentang perdamaian, rekonsiliasi dan membangun jembatan atas perbedaan satu sama lain. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here