Jumlah Kasus Positif Corona di Jakarta Sudah Mendekati Angka 2.000

285

Jakarta, Muslim Obsession – Wabah corona belum ada tanda-tanda akan reda, jumlah penderitanya malah kian bertambah. Kasus terbanyak yang dinyatakan positif corona ada di Jakarta. Angkanya sudah mendekati 2.000 kasus.

Data itu bisa terlihat di situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id. Berdasarkan pantauan Muslim Obsession pada Minggu (12/4/2020) siang, jumlah positif COVID-19 di Jakarta sudah mencapai 1.903 kasus.

Dari 1.903 kasus itu, 168 telah meninggal, 142 orang sembuh. Sedangkan 1.152 menjalani perawatan di rumah sakit, 441 orang menjalani isolasi mandiri. Angka tersebuh masih ada kemungkinan bertambah karena Jakarta masuk zona merah. Masyarakat tetap diminta untuk waspada mentaati anjuran pemerintah.

Pasalnya, diperkirakan virus corona telah menginfeksi 32.000 orang di Jakarta. Hal itu berdasarkan data riset yang disampaikan pada ilmuwan yang tergabung dalam SimcovID Team dari berbagai universitas, yang mana kasus Covid-19 terdeteksi saat ini hanya 2,3 persen.

“Riset ini, kami melihat fenomena yang ada. Ada juga memasukkan estimasi kebutuhan ICU,” kata peneliti ITB, Dr. Nuning Nuraini yang terlibat dalam penelitian itu Sabtu (11/4/2020).

Nuning menjelaskan angka estimasi terkait ada 32.000 orang yang telah terinfeksi virus corona, terlebih dahulu melihat angka kematian akibat virus SARS-CoV-2 ini.

Dari data kematian, kata Nuning, diestimasi melalui model SEIQRD (Suceptible-Exposed-Quarantine-Recovery-Death). Data ini untuk menentukan kasus yang tidak terdeteksi.

“Penentuan parameter yang kami pakai ini bisa jadi mengeluarkan angka yang beda dengan peneliti lain,” ujar Nuning.

Riset tersebut, kata Nuning, untuk melihat proyeksi dinamika kasus saat disimulasikan dalam beberapa strategi intervensi, yang disimulasikan untuk Jakarta dan Indonesia.

Nuning menjelaskan intervensi ini bertujuan untuk menurunkan angka reproduksi yakni laju infeksi, jumlah orang yang ditemui dan periode infeksi.

“Yang bisa kita kontrol adalah hanya menekan rata-rata kontak. Sedangkan laju infeksi tergantung karakteristik virusnya,” jelas Nuning.

Namun, periode infeksi juga dapat dipengaruhi oleh kecepatan tes deteksi Covid-19 dan juga isolasi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here