Jokowi: Pembelajaran Tatap Muka Cukup Dua Kali dalam Sepekan

93
Presiden Jokowi saat menghadiri acara pentas Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jl Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). (Foto: Poy/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Dalam rapat terbatas penanganan covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/6), Presiden Joko Widodo memberikan arahan terkait rencana pembelajaran tatap muka yang akan mulai dilaksanakan pada Juli mendatang.

Ia meminta program tersebut dilakukan dengan ekstra hati-hati. Jangan sampai menghilangkan aspek yang dapat memicu meledaknya kasus corona.

“Bapak presiden tadi mengarahkan pembelajaran tatap muka harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Pembelajaran tatap muka harus dilakukan secara terbatas,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini.

Beberapa ketentuan pun sudah ditetapkan. Yang pertama, jumlah pelajar yang hadir hanya diperbolehkan 25% dari total murid keseluruhan. Kedua, kegiatan belajar mengajar secara langsung dilaksanakan maksimal dua kali dalam sepekan dengan durasi dua jam per hari.

“Yang terpenting, opsi menghadirkan anak ke sekolah tetap ditentukan oleh orang tua,” ucap Budi.

Sebelum kegiatan pembelajaran tatap mukan terbatas dimulai, semua guru juga harus sudah menjalani vaksinasi.

“Jadi mohon kepada kepala daerah prioritaskan guru dan lansia. Guru harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here