Jokowi Mengaku Sejak Lama Kagum dengan HMI

547
Jokowi di acara HMI
Presiden Jokowi menghadiri acara milad HMI ke-72 di kediaman Akbar Tanjung, Selasa (6/2/2019). (Foto: Kapoy OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara peringatan ke-72 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan syukuran Lafran Pane sebagai pahlawan nasional di kediaman Akbar Tanjung, Jalan Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/20119).

Dalam kesempatan itu Jokowi mengungkapkan kekagumannya terhadap HMI sebagai organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia. Awalnya lebih dulu melakukan tradisi Mangulosi yang dapat diartikan sebagai pemberian restu, kasih sayang, doa, dan kehangatan dari keluarga ayahanda Lafran lantaran telah dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Baca juga:

Akbar Tanjung: Jokowi Berkomitmen Kuat Laksanakan Pembangunan Nasional

Pacu Daya Saing, Jokowi Siap Geber Infrastruktur

Habib Ja’far Al-Kaff Doakan Jokowi-Ma’ruf Menang

Jokowi memberikan gelar Lafran Pane sebagai pahlawan setelah KAHMI menggelar public hearing sebanyak 27 kali di 27 perguruan tinggi berbeda di Indonesia. Ini menjadi satu syarat yang diatur sesuai Undang Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

“Saat itu betul yang disampaikan Bang Akbar bahwa kedatangan beliau menanyakan mengenai Pak Lafran Pane. Saat itu sebenarnya saya sudah yakin bahwa saya akan menandatangani Prof. Lafran Pane, tapi kedatangan Pak Akbar dan kawan-kawan lebih sangat mendorong keyakinan itu lagi,” ucap Jokowi di kediaman Akbar Tanjung.

Jokowi memberikan Lafran Pane sebagai pahlawan karena sejak awal dia mengaku kagum dengan anggota-anggota HMI. Menurutnya, HMI banyak menghasilkan orang berintelektual dengan keislamannya yang kuat.

“Tadi Bang Akbar menyampaikan mengenai masalah Islam dan keindonesiaan. Ini lah yang sejak lama saya kagumi dari kader-kader HMI di mana pun berada. Selain menghasilkan intelektual sangat banyak, mengenai keislaman, keindonesiaan betul-betul dijunjung kader HMI,” tutur Presiden.

“Karena kita sadar negara ini dianugerahi oleh Allah berbeda-beda, warna-warni dan aneka macam. Berbeda suku, agama, adat, tradisi, berbeda bahasa daerah,” kata Jokowi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here