Jokowi-Ma’ruf Amin Ungguli Prabowo-Sandi di Survei LSI Denny JA

464

Jakarta, Muslim Obsession – Elektabilitas Joko Widodo-Maruf Amin masih unggul sekitar 20 persen dari kompetitornya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut masih unggul di pemilih muslim sekitar 55-61,4 persen, sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga sebesar 38,6-45 persen.

Hasil survei dikemukakan Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa di Graha Dua Rajawali-Lingkaran Survei Indonesia, Jalan Pemuda No 70, Rawamangun Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Ardian menjelaskan, Jokowi-Ma’ruf Amin juga unggul telak di pemilih minoritas atau pemilih nonmuslim dengan range 74,5-80,9 persen. Adapun Prabowo-Sandiaga hanya meraih 19,1-25,5 persen.

“Keunggulan Jokowi-Ma’ruf Amin di kalangan non Islam lebih besar lagi, dilihat dari angka ini pemilih nonmuslim yang menyatakan dia pilih Jokowi-Maruf ini angkanya 74,5-80,9 persen. Lalu apakah ada yamg mendukung Prabowo? Ada di angka 19,1-25,5 persen,” jelas Ardian.

Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam survei LSI Denny JA kali ini, tegas Ardian, dalam bentuk range karena swing voters dibagi secara proporsional ke masing-masing calon sehingga tidak ada swing voter.

“Di pemilih muslim unggul tapi memang unggul telak di pemilih minoritas atau pemilih nonmuslim,” ujar Ardian.

Survei LSI Denny JA terbaru secara umum menunjukkan elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul dari kompetitornya pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi unggul dalam bentuk range sekitar 56,8-63,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat range sekitar 36,8-43,2 persen.

Hasil tersebut dilakukan jika Pemilihan Presiden dilaksanakan pada rentang 17-26 Maret 2019, saat pengumpulan data survei dilakukan.

“Tampilan elektabilitas masing-masing capres dibuat dalam bentuk range karena LSI memperhitungkan angka elektabilitas dengan margin of errordan asumsi golput terjadi secara proposional,” lanjutnya.

Survei LSI Denny JA dilakukan di 34 provinsi di Indonesia menggunakan metode sampling multistage random sampling. Wawancara dilakukan kepada 1.200 responden melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error dari survei yang dilakukan selama rentang 18-26 Maret 2019 sekitar 2,8 persen. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here