JK Ungkap 3 Syarat Membangun Peradaban Islam

122

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), percaya Islam ke depan akan kembali jaya seperti halnya zaman dulu tatkala Eropa masih dalam masa kegelapan. Namum untuk membangun kembali peradaban Islam, menurut dia ada tiga syarat.

Tiga hal itu adalah pengetahuan sains yang maju. Tanpa sains dan teknologi umat Islam susah untuk maju. Syarat kedua, kemajuan sebuah bangsa harus diorentasikan untuk kemakmuran umat. Ketiga, kemakmuran tidak akan tercapai tanpa pemimpin yang adil.

“Kalau kita melihat sejarah dunia dan umat Islam, generasi Rabbani setidaknya punya tiga syarat yang harus dipenuhi. Pertama ilmu pengetahuan sains yang maju, kemakmuran masyarakat yang baik dan pemimpin yang adil,” ujar JK dalam webinar nasional yang diadakan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Rabu (8/7).

Merujuk pada topik pembahasan “Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid,” JK menyebut berdasarkan sejarah abad 9 hingga 13, kaum Abbasiyah memiliki tiga syarat itu. Sehingga peradaban Islam waktu itu begitu jaya.

Baca juga: Dibuka untuk Umum, Masjid Istiqlal akan Adakan Shalat Idul Adha

Di tahun tersebut, umat Muslim menguasai pusat ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berdampingan dengan tumbuhnya kemakmuran masyarakat serta kepemimpinan yang baik.

Setelah abad ke-13, muncul masa kegelapan. Di mana setelahnya, peradaban Eropa muncul dan menguasai dunia. Pengetahuan dan kekuasaan Eropa kala itu sangat kuat menyebabkan umat Islam kembali pada masa keterbelakangan.

Di abad ke-20 ini, umat Muslim ingin kembali ke masa kejayaan yang dulu pernah diraih. Banyak negara Islam yang kaya, utamanya di Timur Tengah, namun masih belum berjaya. Bahkan di antaranya saling menghancurkan.

“Indonesia dan Asia Tengara berkembang dengan lebih baik dibanding negara lain. Syaratnya ekonominya baik, namun pendidikannya masih buruk,” lanjut JK.

Baca juga: UEA Ingin Menempatkan 200 Imam Masjid Asal Indonesia

Di DMI sendiri, ia menyebut memiliki moto ‘Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid’. Jangan lagi berpikiran semata memakmurkan dan memajukan masjid, tapi juga memaksimalkan fungsi lain masjid, memakmurkan masyarakat.

Memakmurkan masyarakat ini berhubungan dengan pengetahuan dan ekonomi, yang kedepannya berkaitan dengan memajukan peradaban. Ada ilmu pengetahuan yang menjadi dasar meningkatnya ekonomi peradaban.

Selain memaksimalkan fungsi ibadah, masjid juga bisa dikembangkan untuk mengelola maayarakat. Salah satunya dengan memperbaiki ekonomi dan pengetahuan.

Mantan wakil presiden RI ini juga menyebut Indonesia perlu bersyukur, hampir di semua sekolah dan universitas memiliki masjidnya. Ada tempat bagi umat Muslim untuk beribadah sembari menimba ilmu.

Baca juga: Ditolak Dunia Internasional, Turki Keukeuh Kembalikan Museum Hagia Jadi Masjid

Fungsi hubungan ubudiyah umat kepada Allah (Hablumminallah) dan hubungan horizontal atau muamalah kepada sesama muslim dan makhluk Allah lainnya (Hablumminannas) berjalan secara seimbang di masjid.

“DMI berusaha membantu masyarakat dalam membangun peradaban. Salah satunya melakukan MoU atau kerja sama dengan bank syariah, salah satunya membahas bagaimana mendapat bantuan dari bank syariah,” katanya.

Semua usaha dan upaya untuk memakmurkan masyarakat sekitar masjid bisa dimungkinkan. Dengan syarat, pengurus masjid juga aktif dan mengerti kebutuhan masyarakatnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here