JK Serukan Takmir Aktif Lawan Corona Melalui Speaker Masjid

106

Tangerang, Muslim Obsession – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, menyerahkan bantuan 10.000 unit penyemprot untuk masjid se-Banten, sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19 di tempat ibadah.

“Nanti 10.000 bisa ditambah lagi. Tujuannya supaya masjid tidak menjadi sumber penularan. Jangan seperti di Korea dan Iran,” kata Jusuf Kalla, di Masjid Al Ithisom, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin, (20/7/2020).

“Tempat ibadah itu rentan karena berebut, kita punya 8.000 masjid, alhamdulillah saya tidak mendengar masjid terkena (covid-19),” tambahnya.

Kalla menerangkan, paket bantuan berupa penyemprot merupakan kerja sama DMI dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Ia berharap bantuan peralatan itu membuat penyebaran covid-19 di Banten bisa ditekan.

Ia pun berpesan kepada pengurus masjid agar mengoptimalkan alat tersebut untuk kebutuhan masyarakat, terutama di lingkungan sekitar masjid.

“Jadi marbot datangi tetangganya (untuk) semprot mandiri. Itu baru kita menjadi pengurus masjid yang baik, memakmurkan masjid, memakmurkan masyarakat,” jelas dia.

Kalla juga mengeluarkan seruan kepada para takmir yang mengurus 800 ribu masjid yang ada di Indonesia, untuk menyampaikan 3 hal melalui pengeras suara selepas shalat berjamaah.

Menurut Kalla ini penyebaran Covid-19 semakin hari semakin cepat. Hal itu bisa dilihat dari segi penularannya ataupun daya rusaknya. Oleh karenanya, seruan-seruan untuk melawan Covid-19 harus juga disampaikan dari seluruh masjid.

“Setiap abis shalat itu diumumkan lewat speaker, toanya masjid. Pokoknya itu sudah jadi seruan, intruksi bagi masjid. Demi keselamatan jamaahnya,” tuturnya JK, sapaan akrabnya.

Dibeberkannya, seruan yang disampaikan melalui masjid akan berbeda dampaknya dibanding imbauan-imbauan yang dikatakan oleh pengurus RT, RW, Kelurahan, atau pejabat lain.

Sebab, rumah ibadah memiliki kedekatan tersendiri bagi umatnya. Seruan itu berisi kewajiban memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Selesai shalat imam lewat speaker besar serukan, pesannya cuma 3 hal itu. Habis shalat shubuh, diserukan kalau mau kerja harus pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Habis dzuhur begitu, Ashar begitu, Maghrib begitu, seterusnya. Selesai shalat berikan seruan, sampai bosan rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, belum pernah ada penyakit yang daya penularan serta daya rusaknya sebesar Covid-19. Dia membandingkan dengan Tuberculosis (TBC), Malaria, bahkan HIV. Kata JK, virus Corona tak pernah memandang siapapun korbannya.

“Kalau Covid ini bisa kena semuanya,” ucapnya.

Untuk menghindari jamaah terkena Covid-19, JK meminta agar segenap pengurus rutin membersihkan masjid setiap hari. Disampaikannya, hanya ada 3 cara menghindari penyebaran Covid, yakni memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Karena itu maka masjid harus dibersihkan tiap hari, supaya masjid tidak menjadi sumber penyebaran. Contoh misalnya di Korea itu sumbernya dari kebaktian gereja,” pungkasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here