JK Puji Penampilan Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin

336
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Infonawacita)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Presiden, Jusuf Kalla, ikut menyaksikan debat perdana calon presiden dan calon wakil presiden di rumah dinasnya, Kamis (17/1/2019).

Dalam debat tersebut, JK memuji penampilan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Soal performa KH Ma’ruf Amin, JK memandang sudah hakikat seorang wakil untuk lebih memberi porsi kepada penampil utama, dalam hal ini Jokowi.

“Kan (Kiai Ma’ruf) berbicara juga tadi, walaupun ya memang wakil selalu begitu. Harus, nomor satu harus lebih banyak daripada nomor dua,” sebut JK di kediamannya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

JK memandang Jokowi-Ma’ruf unggul karena siap. JK memerinci sisi keunggulan Jokowi-Ma’ruf ketimbang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di debat perdana capres 2019.

“Tentu semuanya mempunyai hal positif, yang baik, tapi dari sisi itu, nomor satu lebih siap. Lebih siap menjawab dan bertanya. Karena lebih siap, makanya dia lebih baik. Dalam hal itu,” sebutnya.

“(Titik kuat dan titik lemah masing-masing capres-cawapres) ya tergantung kesiapan. Jadi memang sudah disiapin lebih baik. Jadi sudah kita lihat tadi (Jokowi-Ma’ruf) bertanyanya juga lebih siap, beda dengan Pak Prabowo. Itu artinya nanti di situ baru memikirkan pertanyaan dan ini memang pengalaman, apalagi sudah ada kisi-kisinya. Jadi sebenarnya itu lebih malah persiapan,” tambahnya.

Selain itu, JK juga menyoroti apa yang disampaikan Prabowo. JK melihat Prabowo lebih mudah terpancing, terutama pada sesi terakhir debat. JK menengarai hal itu dikarenakan pembawaan asli mantan danjen Kopassus itu.

“Memang karakter begitu harus dipancing biar bikin naik tensinya,” tukasnya.

JK juga menilai persiapan debat paslon 02 kurang matang. Hal itu terlihat dari sejumlah pernyataannya kontradiktif.

“Karena tidak disiapkan timnya dengan penuh (pertimbangan), banyak hal yang justru bertentangan,” bebernya.

Dia mencontohkan, keinginan Prabowo membantu pengusaha kecil, tapi di sisi lain menaikkan rasio pajak. Menurutnya, kedua hal itu saling bertentangan.

“Ingin membantu pengusaha kecil tapi menaikkan pajak. Itu kan agak kontradiktif,” pungkasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here