JK Minta KPU Tak Berikan Terlalu Banyak Bocoran

347
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Sekjen PBB Antonio Guterres (kanan) dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva (kiri) meninjau lokasi terdampak gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10) (Foto: Berita Satu)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tidak memberikan terlalu banyak bocoran soal debat kepada tim sukses masing-masing pasangan capres-cawapres.

“Jangan terlalu banyak bocoran soal. Bolehlah arahnya apa, tapi jangan terlalu (banyak bocoran) supaya lebih memberikan impact leadership,” katanya di kediaman dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

JK mengatakan, seharusnya dalam debat tidak perlu diberikan bocoran pertanyaan atau kisi-kisi sehingga pada saat debat berlangsung, kemampuan capres dan cawapres dalam menjawab atau menanggapi pertanyaan secara spontan dapat terlihat.

Selain itu, untuk menunjukkan kemampuan memimpin dari masing-masing pasangan calon, Wapres mengatakan para peserta debat pilpres harus lebih banyak berdiskusi.

“Ya sebaiknya jangan terlalu banyak (bocoran soal), pemimpin itu harus mengambil sikap pada waktu debat. Kadang-kadang tidak perlu persiapan. Diskusi ini harus mencerminkan itu. Kalau terjadi begini harus bagaimana,” jelasnya.

Sejak awal, Wapres JK dengan tegas menolak kebijakan KPU yang memberitahukan bocoran soal debat kepada masing-masing tim sukses pasangan capres-cawapres.

Menurut JK, debat pilpres tampak seperti bimbingan belajar bagi siswa yang akan mengikuti ujian sehingga harus diberikan kisi-kisi soal. Padahal, seharusnya debat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menilai kompetensi para capres-cawapres untuk dapat dipilih pada Pilpres 2019.

“Ya soal yang dikasih 20, yang akan dipilih lima, jadi kayak bimbingan belajarlah gitu,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here