Jika Rakyat Terus Diperas Pajak, Presiden Bakal Jatuh

440
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Arah kebijakan pemerintah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI untuk meningkatkan pendapatan (APBN) dari sektor pajak dengan memungut sejumlah obyek pajak di sektor pangan (sembako) akan membuat kondisi sosial politik nasional semakin kisruh, sehingga bisa menjadi pemicu jatuhnya Joko Widodo dari singgasana Kepresidenan sebelum Pemilu 2024.

Arah kebijakan tersebut sulit dipungkiri terselip kepentingan konspirasi intelijen global yang memang hendak menghancurkan bangsa dan negara dengan memicu kemarahan rakyat.

“Bila Presiden tidak hati-hati, rakyat akan merasa terus menerus diperas dalam kondisi kehidupan yang sudah sulit post pandemi Covid-19. Kenapa rakyat yang terus diperas untuk menutup defisit anggaran? Yang terjadi karena oligarkhi ekonomi politik, praktik-praktik korupsi, dan para elit pemerintahan pembantu Presiden itu yang tidak becus mengelola negara,” ujar Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam di Parmusi Center, Jumat (11/6/2021).

Mantan anggota Komisi DPR RI ini mengingatkan Presiden agar tidak mengikuti berbagai masukan dari para pembantunya untuk menutup defisit APBN. “Itu jebakan Batman,” tegas Usamah.

Sebagai ketua umum ormas Islam yang kerap berkeliling ke berbagai daerah, Usamah mengungkapkan derita kehidupan rakyat kecil sudah sangat miris, sehingga seharusnya jangan dibebani lagi.

“Negara ini kaya raya, apa saja ada, sumber daya alamnya luar biasa. Kenapa kok negara jatuh miskin? Pasti ada yang keliru dalam pengelolaannya,” tandas Usamah.

Bila arah kebijakan untuk memungut pajak tersebut tetap dipaksakan dijalankan, Usamah yakin akan terjadi revolusi sosial dalam waktu dekat. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here