Jika Lebah Punah, Manusia Hanya Bisa Hidup 4 Tahun

231

Muslim Obsession – Menurut sebuah kutipan yang dikaitkan dengan Albert Einstein, jika lebah menghilang atau punah, manusia hanya akan memiliki 4 tahun untuk hidup.

“Sengatan lebah memang sangat menyakitkan, tetapi jika mereka menghilang, itu akan lebih menyakitkan,” ungkap Earthwatch Institute menyimpulkan dalam debat terakhir dari Royal Geographical Society of London.

Mereka menyimpulkan bahwa lebah adalah makhluk hidup paling penting di planet ini. Namun, para ilmuwan juga telah membuat pengumuman bahwa lebah telah memasuki risiko kepunahan.

Baca Juga: Masya Allah! Lebah Lebih Cepat dari Superkomputer!

Dikutip dari situs Science and Info, Kamis (17/10/2019) lebah di seluruh dunia telah menghilang hingga 90% menurut penelitian terbaru.

Alasannya berbeda tergantung pada wilayahnya, tetapi di antara alasan utama adalah penggundulan hutan besar-besaran, kurangnya tempat yang aman untuk sarang, kurangnya bunga, penggunaan pestisida yang tidak terkendali, dan perubahan dalam tanah.

Pusat Kewirausahaan Apikultur dari Walikota Universidad (CeapiMayor) dan Apiculture Corporation of Chile (Cach) dengan dukungan dari Yayasan Inovasi Agraria (FIA), melakukan penelitian di mana diputuskan bahwa lebah adalah satu-satunya makhluk hidup yang benar-benar hidup.

Lebah bukan pembawa segala jenis patogen, terlepas dari apakah itu jamur, virus, atau bakteri. Bahkan, pertanian di dunia bergantung pada 70% dari serangga ini.

Baca Juga:  37 Persen Koloni Lebah Madu Mati pada Musim Dingin

“Untuk membuatnya lebih jelas, kita dapat mengatakan bahwa 70 dari 100 makanan diintervensi oleh lebah. Juga penyerbukan yang dilakukan oleh lebah memungkinkan tanaman untuk bereproduksi, di mana jutaan hewan makan. Tanpa lebah, fauna akan segera punah,” ujarnya.

Madu yang diproduksi oleh lebah, tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan dan kulit manusia.

Sementara itu, Institut Teknologi Federal Swiss, mengusulkan sebuah teori yang menyalahkan gelombang yang dihasilkan berkat telepon seluler.

Mereka menjelaskan bahwa gelombang yang dipancarkan selama panggilan mampu membuat lebah kehilangan arah, menyebabkan mereka berada dalam bahaya.

Peneliti dan ahli biologi Daniel Favre, bersama dengan peneliti lain, melakukan 83 percobaan yang menunjukkan bahwa jika lebah berada di hadapan gelombang ini, ia akan menghasilkan suara sepuluh kali lebih tinggi dari biasanya, perilaku yang telah diamati untuk diketahui oleh lebah lain.

Hal yang tidak diragukan lagi, sebagai alasan terbesar kepunahan lebah ialah disebabkan oleh pengasapan tanaman yang terus-menerus, contohnya adalah seperti yang terjadi di Kolombia, karena selama tiga tahun terakhir 34% lebah dengan agrotoksin telah mati karena keracunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here