Jihad Kemanusiaan Tuhuleley

979
Said Tuhuleley
Almarhum Said Tuhuleley. (Foto: fastabiqu)

Oleh: M. Fuad Nasar (Konsultan The Fatwa Center Jakarta)

Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) meluncurkan Klinik Apung Said Tuhuleley. Klinik Apung diinisiasi oleh LazisMu sebagai dakwah bil hal Muhammadiyah.  Layanan kesehatan dengan konsep floating clinic berupa kapal laut itu digagas untuk melayani masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan kesehatan primer, terutama di Kepulauan Maluku.

Siapakah Said Tuhuleley yang diabadikan menjadi nama Klinik Apung Lazis Muhammadiyah?

Saya pertama kali mengenal nama Said Tuhuleley lewat Jurnal Media Inovasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pada waktu itu saya dikirimi publikasi UMY oleh sahabat dari Yogyakarta, mahasiswa Fakultas Ekonomi UMY yaitu Fikri Alnido. Di dalam Jurnal Media Inovasi saya membaca nama dan tulisan Said Tuhuleley. Sekian tahun kemudian ketika saya ke Yogyakarta, tanpa sengaja saya bertemu orangnya di ruang Perpustakaan Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Teuku Cik Ditiro No 23.

Semasa hidupnya Said Tuhuleley adalah seorang aktivis-pejuang muslim sejati dan tokoh pembela masyarakat marjinal. Sepeninggalnya banyak kenangan/testimoni dari sahabat dan koleganya mengulas kiprah dan keberpihakan almarhum kepada kaum yang lemah (mustadh’afin). Sebuah buku mengenang Said Tuhuleley disusun oleh Agung Prihantoro dan telah diterbitkan tahun 2015.

Dalam struktur organisasi Muhammadiyah, pria kelahiran Saparua – Maluku tanggal 22 Mei 1953 itu pernah menjadi Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah yang mengelola seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sarjana statistik itu kemudian dipercaya sebagai Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Di bidang jurnalistik, ia Pemimpin Redaksi Jurnal Media Inovasi UMY dan diamanahi tugas sebagai Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Pendidikan Gerbang. Selain itu ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Direktur Laboratorium Dakwah Yayasan Shalahuddin Yogyakarta. Di samping itu, ia adalah dosen tetap pada Fakultas Agama Islam (FAI) UMY.

Said Tuhuleley adalah aktivis sejak muda dengan “jam terbang” yang panjang. Ia aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pemuda Muhammadiyah. Ia juga pernah mengalami pengapnya ruang tahanan (penjara) sebagai risiko perjuangan aktivis kampus yang mengkritisi rezim Orde Baru.

Dalam pergaulan sehari-hari salah satu kader terbaik Muhammadiyah itu tetap sebagai sosok bersahaja dan low profile. Segala tugas organisasi dan keumatan dipundaknya ditunaikan dengan baik tanpa menghitung waktu dan pengorbanan.

Said Tuhuleley sampai wafat mengemban amanah sebagai Pengelola Pondok Pesantren Budi Mulia Yogyakarta. Lembaga ini menempa tunas-tunas umat khususnya para pemuda dan mahasiswa agar nantinya mereka bisa berkiprah di tengah masyarakat dengan potensi intelektual dan wawasan keislaman yang memadai.

Melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Said Tuhuleley berkhidmat membina masyarakat dhuafa untuk bisa bangkit meraih kemandirian ekonomi. Ia mengajak ahli pertanian membimbing petani di pedesaan agar produksinya meningkat dengan biaya murah di tengah penyusutan lahan pertanian yang terus berlangsung di negara kita. Sebagai pimpinan dan “manajer” yang bertanggungjawab dalam mengawal program pemberdayaan masyarakat, Said Tuhuleley tanpa kenal lelah berkeliling Nusantara dan menghadiri panen raya di daerah-daerah binaannya. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) merupakan lembaga yang terbilang baru di dalam organisasi Muhammadiyah. MPM membina para petani, nelayan, buruh, tukang becak, dan kelompok masyarakat ekonomi lemah lainnya.

Kader umat tempaan PII, HMI dan Persyarikatan Muhammadiyah itu membumikan “tauhid sosial” lewat gerakan amaliah untuk membebaskan masyarakat dhuafa dari belenggu ketidak-berdayaan dan ketidak-adilan. Berbekal keahlian di bidang statistik dan pengalaman lapangan Said Tuhuleley semasa hidupnya sempat menyusun Peta Dakwah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here