Jihad Diselipkan Lafaz Adzan, Habib Novel: Bertentangan dengan Ajaran Nabi

139

Jakarta, Muslim Obsession – Habib Novel bin Muhammad Alaydrus turut mengomentari adanya seruan jihad yang diselipkan pada suara adzan. Ia menegaskan seruan jihad dalam lafaz adzan tidak dibenarkan dalam Islam, sekaligus bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad Saw.

“Tentang video yang beredar di jejaring sosial, video yang memang aneh juga ya, seumur hidup saya belum pernah lihat ada orang adzan kok kayak gitu, adzan kok seruan untuk salat diganti seruan untuk jihad, ini sesuatu yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” kata Habib dalam video yang beredar, Selasa (1/12/2020).

Habib Novel Alaydrus dalam sebuah video berjudul ‘Jangan Terprovokasi’ mengajak umat Islam agar tidak terprovokasi dan mengabaikan video adzan yang sedang viral tersebut karena mengubah ajakan shalat menjadi ajakan jihad. Seruan itu sama sekali tidak benar.

“Karena itu, sudah, abaikan saja, jangan terprovokasi ajakan-ajakan yang begini ini, yang tidak bermutu nggak usah didengarkan,” lanjut Habib Novel dalam videonya.

Habib Novel pun mengajak umat Islam untuk tidak gampang terprovokasi dan tetap menjaga dan mempererat tali persaudaraan dan persatuan. Di akhir video, Habib Novel mengajak umat Islam bersama-sama menjaga kedamaian dan persatuan serta toleransi antarumat beragama di Indonesia.

“Kita tebar kasih sayang, kita saling menghormati dan mencintai. Jangan mau terprovokasi oleh siapapun dengan alasan apapun, karena di NKRI ini alhamdulillah semua umat beragama bisa hidup dengan damai, saling menghargai dan toleransi,” katanya.

Seperti diketahui, Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menyampaikan salah satu adzan yang menyelipkan kata jihad memang ada di masjid yang berada di sekitar lingkungan Petamburan, Jakarta Pusat. Aziz mengatakan seruan seperti itu wajar karena masyarakat menganggap ada ketidakadilan.

“Iya benar. Macam-macam itu di mana-mana ada di Petamburan, ada di Bogor,” ungkap Aziz saat dihubungi terpisah.

Ia menilai seruan adzan dengan lafaz jihad wajar karena menilai ada ketidakadilan kepada ulama yang tak sepaham dengan pemerintah. Ia meminta ada perlakuan yang sama di sektor hukum.

“Saya rasa itu wajar karena masyarakat melihat ketidakadilan melihat kezaliman luar biasa kepada ulama dan habaib karena tidak sepaham dengan pemerintah. Kan seharusnya tidak seperti itu, masyarakat kan diajarin pemerintah demokrasi Pancasila seperti apa menghargai pendapat, keadilan, dan kesetaraan di depan hukum,” ujar Aziz.

“Tapi pemerintah dan aparat keamanan diduga memperlihatkan hal sebaliknya. Ya wajar kalau rakyat marah makanya saya memiliki pandangan perlakukan hukum dengan baik sesuai asas-asas keadilan,” sambungnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here