Jeremy Corbyn Soroti Islamophobia di London

467
Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Bernard Corbyn (Photo: The Guardian)

London, Muslim Obsession – Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Bernard Corbyn menilai tindakan Islamophobia merupakan masalah nyata yang harus diberantas.

“Islamophobia adalah masalah nyata dalam masyarakat kita, seperti bentuk rasisme antisemitisme, dan rasisme terhadap orang-orang keturunan Afro-Karibia,” papar Corbyn, seperti dilansir The Guardian, Senin (19/2/2018).

Corbyn menyebut, dirinya telah bertemu sejumlah wanita muslim yang menjadi korban rasisme. Mereka mengisahkan tentang pelecehan rasis secara terus menerus di jalanan.

“Jika wanita muslim kita salahkan karena mereka mengenakan jilbab, maka itu justru sebuah kesalahan terhadap kita semua,” tutur Corbyn yang turut berpartisipasi pada kegiatan Visit My Mosque di masjid Finsbury Park di London Utara.

 

Masjid Finsbury Park (Photo: The Guardian)

Masjid Finsbury Park adalah salah satu dari 200 Masjid yang dibuka untuk kegiatan Visit My Mosque. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dewan Muslim Inggris (MCB) dari Inverness sampai Cornwall.

Kegiatan tersebut terbuka untuk umum dari berbagai agama. Mengundang semua kalangan untuk berdoa, diskusi dan membaca Al-Quran. Mereka juga mengundang seluruh masyarakat, untuk ambil bagian dalam demonstrasi hijab dan henna. Serta makan makanan tradisional bersama. Semua dalam upaya untuk menghilangkan dugaan negatif tentang Islam.

Masjid Finsbury Park dan Pusat Kesejahteraan Muslim di dekatnya, dibuka untuk pertama kalinya sejak serangan teror Juni 2017 lalu. Di mana Darren Osborne mengemudikan vannya kepada sekelompok muslim. Hingga menewaskan satu orang dan melukai 12 lainnya.

Atas tindakannya itu, Osborne dipenjara kurang lebih 43 tahun. Menurut hakim, ulahnya itu dimotivasi oleh ideologi kebencian terhadap umat Islam.

Pada kejadian itu, Mohammed Mahmoud, imam dari Pusat Kesejahteraan Muslim, sempat dipuji sebagai pahlawan. Karena ia telah melarang masyarakat untuk main hakim sendiri kepada Osborne.

Kemudian, ia mengantarkan Osborne ke kantor polisi. Mahmoud, yang juga menjadi saksi di persidangan Osborne, mengatakan munculnya kelompok sayap kanan ekstremis adalah ancaman yang sangat serius tidak hanya untuk kaum Muslim tapi juga bagi semua minoritas. Bahkan bagi semua warga Inggris.

“Cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan dialog terbuka. Pembatasan dan larangan hanya bisa membiakkan kebencian dan perpecahan lebih jauh,” tuturnya.

Penelitian yang baru-baru ini dilakukan atas nama MCB menemukan, 90% warga Inggris tidak pernah mengunjungi sebuah masjid. Bahkan, satu dari empat orang mengatakan mereka tidak mengenal seorang Muslim. Hampir tiga perempatnya tidak pernah masuk ke tempat ibadah lain.

Emily Thornberry, sekretaris parlemen di London Utara mengaku, dirinya mengadakan pertemuan pribadi dengan wanita muslim dari Masjid Finsbury Park, Ahad (18/2/2018). Mereka berdiskusi tentang peningkatan penganiayaan dan serangan Islamophobia.

“Wanita Muslim sangat rentan,” kata Emily.

Fatima, seorang sukarelawan di masjid yang menolak memberikan nama lengkapnya, mengatakan, ini adalah waktu yang menakutkan bagi wanita Muslim.

“Politisi berbicara tentang kurangnya integrasi. Namun faktanya, wanita takut meninggalkan rumah mereka. Banyak wanita merasa terpinggirkan dan dikucilkan karena keislaman mereka,” katanya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here