Jelang Olimpiade, Jepang Gencar Produksi Makanan Halal

989
Olimpiade 2020 di Tokyo (Foto: Istimewa)

Tokyo, Muslim Obsession – Jelang Olimpiade Tokyo (Tokyo Olympic) dan Para-Olimpiade (Para-Olympic Games) 2020, perusahaan lokal didesak untuk memanfaatkan peluang bisnis makanan halal di Jepang.

Asisten Menteri Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Datuk Mohd Naroden Majais mengatakan, sekitar 20 juta wisatawan diperkirakan berkumpul di Tokyo selama pertandingan. Di antaranya ada lebih dari satu juta muslim.

“Acara internasional di Tokyo akan membawa peluang bisnis. Diharapkan perusahaan lokal memanfaatkan peluang tersebut, terutama industri makanan halal,” kata Naroden dilansir Borneo Post, Jumat (9/2/2018).

Dia menyebut, populasi Muslim di Jepang sekitar 150.000 orang. Di mana 10 persen dari mereka meminta produksi makanan halal.

Naroden, yang juga Asisten Menteri E-Commerce, membicarakan hal itu pada saat peluncuran seminar tentang peluang bisnis industri makanan halal di Jepang. Acara tersebut diselenggarakan oleh Malaysian External Trade Development Corporation (Matrade) dan Japan External Trade Organization (Jetro).

“Jepang yang memiliki populasi sekitar 127 juta memiliki potensi pasar yang besar. Hubungan perdagangan antara Malaysia dan Jepang dari bulan Januari sampai November, tahun lalu mencapai RM 126.67 miliar. Oleh sebab itu, Malaysia menjadi mitra dagang terbesar keempat di Jepang,” ujar Naroden.

Menurutnya, Jepang juga merupakan pasar ekspor dan impor terbesar keempat di negara Malaysia. Masing-masing bernilai RM 68,48 miliar dan RM 58,19 miliar.

Produk ekspor utama ke Jepang adalah produk LNG, listrik dan elektronik, bahan kimia dan produk kimia, produk kayu dan peralatan optik dan ilmiah. Sedangkan impor utama adalah produk listrik dan elektronik, mesin, peralatan dan suku cadang, peralatan transportasi, bahan kimia, produk besi dan baja.

Untuk di Sarawak Malaysia, dari Januari sampai November tahun lalu, ekspor ke Jepang mencapai RM 24,79 miliar. Sedangkan impor mencapai RM 1, 74 miliar.

Ekspor utama Sarawak ke Jepang adalah produk LNG, produk kayu, besi dan baja, produk logam dan kayu yang diproduksi. Sementara impor utama adalah produk listrik dan elektronik, peralatan mesin dan suku cadang, bahan dan produk kimia.

“Beberapa UKM Sarawak telah memasuki pasar Jepang selama bertahun-tahun. Di antaranya, mengekspor makanan laut beku, kelapa, serta bahan bangunan dan produk kayu,” pungkasnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here