Jelang Olimpiade 2020, Malaysia Targetkan Kuasai Produk Halal

446

Malaysia, Muslim Obsession – Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang diprediski mempunyai pangsa pasar halal yang besar yakni senilai 300 juta dollar AS. Sejumlah negara pun berlomba-lomba membidik potensi tersebut. Salah satunya adalah negara Malaysia.

Baru-baru ini, Menteri Pengembangan Kewirausahaan Malaysia Datuk Seri Mohd Redzuan Md Yusof menyatakan bahwa pihaknya menargetkan menguasai porsi produk halal di ajang bergengsi tersebut. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Jepang telah menyatakan minat besar terhadap produk makanan dan minuman Malaysia.

Selain menyasar sektor makanan dan minuman, Malaysia juga membidik sektor kesehatan dan kecantikan. “Jepang telah membuka pintu mereka kepada pasar (produk) halal dibandingkan 10 tahun lalu. Kalau UKM Malaysia tidak mengambil kesempatan ini, maka akan sangat rugi,” ujarnya seperti dilansir New Straits Times, Sabtu (26/1/2019).

Ia menambahkan, tercatat lebih dari 10 UKM telah melakukan ekspor produk halal ke Jepang. Malaysia pun melakukan upaya business matching antara UKM produk halalnya dengan perusahaan-perusahaan Jepang.

Duta Besar Jepang untuk Malaysia Makio Miyagawa menuturkan, sektor pariwisata Jepang berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ini dipicu pula dengan meningkatnya permintaan terhadap produk halal.

“Sekitar 50 tahun lalu, prinsip dasar negosiasi yang kami lakukan adalah tidak mengimpor produk pertanian asing. Akan tetapi, saat ini kami ingin bantuan dari Malaysia karena Malaysia dikenal dengan sektor halalnya,” katanya.

Untuk diketahui, pada tahun 2017, ekspor produk halal Malaysia ke Jepang mencapai nilai 2,8 miliar ringgit. Angka tersebut diprediksi terus meningkat menjadi 3,1 miliar ringgit pada 2018, 3,4 miliar ringgit pada 2019, dan 3,7 miliar ringgit pada 2020.

Sampai hari ini, penjualan sebesar 40,8 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp 139 miliar) dihasilkan dari 32 sesi pencocokan bisnis, yang terdiri atas 27 UKM. Di antara perusahaan Jepang yang ikut serta dalam sesi pencocokan bisnis, yakni Take One Co Ltd yang mengoperasikan FamilyMart, Ohga Pharmacy, Hayabusa International, dan Yatsumoto Tsusho Co Ltd. Malaysia mengikutsertakan lima perusahaan utama bergabung dalam sesi tersebut, yakni Lulu Group Retail Sdn Bhd, Ramly Halal Mart Sdn Bhd, Aeon Big (L) Sdn Bhd, Nestle Malaysia Bhd, dan Tesco Stores (Malaysia) Sdn Bhd. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here