Jejak Langkah Dua Ulama, Film Tentang Dua Tokoh Besar Muhammadiyah dan NU

266
Film Jejak Langkah Dua Ulama akan segera rilis (Foto: Muhammadiyah)

Yogyakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengapresiasi rencana pembuatan film Jejak Langkah Dua Ulama yang digagas oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pondok Pesantren Tebuireng.

Film yang menceritakan pendiri Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari ini, bagi Haedar kiprahnya sangat patut untuk dicontoh oleh tokoh ulama, elit bangsa, dan tokoh politik, untuk belajar bagaimana bangsa ini dibebaskan dari penjajahan oleh para pejuang.

“KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari adalah tokoh umat dan tokoh bangsa yang telah memberi teladan bahwa agama, khususnya Islam dalam konteks ini, hadir tidak ekslusif, namun juga untuk memajukan, mencerahkan, dan mencerdaskan bangsa dan umat,” ujar Haedar ketika ditemui selepas acara Konferensi Pers Pembuatan Film Jejak Langkah Dua Ulama pada Rabu (24/7/2019) di Kantor PP Muhammmadiyah Yogyakarta.

Tidak banyak orang peduli pada sejarah, dan juga mengulik sejarah, melalui film ini LSBO dan Ponpes Tebuireng menjadikan film ini sebagai jembatan bagi generasi baru untuk mengenal sejarah.

“Kita perlu memproyeksikan kedua tokoh ini baik bagi saudara kami di NU maupun di Muhammadiyah, tujuannya selain menampilkan pesan yang moderat, tasamuh dan damai, juga membawa pikiran kemajuan, dan komitmen untuk bangsa yang luar biasa,” jelas Haedar, melalui siaran pers Muhammadiyah, Kamis (25/7/2019).

Hal ini dapat pula menjadi role model tentang islam, melihat bagaimana belakangan ini banyak orang memproyeksikan watak islam ke dalam dunia nyata yang cenderung mengeras.

Diaspora pemikiran kedua tokoh ini yang dituangkan dalam film diharapkan dapat memberikan manfaat bagi generasi lintas dan warga bangsa, lebih-lebih bagi generasi milenial.

“Generasi baru di luar Muhammadiyah dan NU bisa saja memposisikan dua tokoh ini sebagai primordial dari dua organisasi dengan melupakan bahwa, dua tokoh ini sebenarnya juga tokoh bangsa,” imbuh Haedar.

Haedar juga menyebutkan bahwa kelebihan dari kedua tokoh ulama ini memiliki sifat zuhud dan wara’, rendah hati, kuat spiritual tapi tetap cerdas dan jernih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here