Jejak Alm. Wimar, dari Penulis Kelas Dunia hingga Mantan Jubir Presiden

362
Wimar Witoelar. (Foto: IG)

Jakarta, Muslim Obsession – Almarhum Wimar Witoelar bukan hanya dikenal sebagai mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Wimar yang wafat pagi tadi, Rabu (19/5/2021), juga akrab dikenal sebagai penulis yang produktif.

Wimar telah menulis banyak artikel yang tak hanya sering dikutip media-media nasional tapi juga media-media luar negeri, seperti Time, Newsweek, The International Herald Tribune, The New York Times, Wall Street Journal, The Washington Post, The Straits Times, Sydney Morning Herald dan Australian Financial Review.

Dia adalah seorang kolumnis untuk surat kabar TODAY Singapura, surat kabar Australia, dan The Guardian dari Inggris.

Wimar juga telah menerbitkan beberapa buku mulai dari karya akademis seperti ‘Ancillary Firm Development in Asia’ terbitan Jepang dan ‘Small and Medium Business Development in Indonesia’. Karyanya yang paling populer di dunia internasional adalah ‘No Regrets’, memoar hari-harinya bersama Presiden Gus Dur yang diterbitkan oleh Equinox Publishing dan tersedia di amazon.com.

Wimar juga dikenal sebagai seorang tokoh yang sering muncul di TV Internasional seperti ABC, CNBC, CNN, selain karena jabatannya sebagai juru bicara Presiden Republik Indonesia pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid juga karena dirinya seorang kolumnis media massa lokal dan internasional.

Wimar juga sering dipercaya untuk menjadi pembicara dalam berbagai acara internasional dalam bidang politik dan ekonomi seperti di Sydney, London, Washington, New York, Singapura.

Wafat di RS Pondok Indah

Seperti diberitakan, Wimar Witoelar meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Rabu (19/5/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Kabar duka ini disampaikan oleh Erna Indriana yang merupakan Dirut Biro Konsultan InterMatrix Communication (IMX) yang didirikan Wimar.

“Kami memberitahukan bahwa Wimar Witoelar telah wafat pada hari ini, Rabu 19 Mei 2021 pukul 09.00 WIB di RS Pondok Indah Jakarta,” ujar Erna.

Sebelumnya, Wimar sempat dinyatakan kritis di RS Pondok Indah sejak Rabu (13/5), karena mengalami sepsis atau komplikasi akibat infeksi yang dapat menimbulkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ.

Sepsis adalah penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh respons tubuh terhadap infeksi. Seperti diketahui, sistem kekebalan melindungi dari banyak penyakit dan infeksi. Tetapi sistem kekebalan juga mungkin mengalami overdrive sebagai respons terhadap infeksi.

Sepsis berkembang ketika bahan kimia yang dilepaskan sistem kekebalan ke aliran darah untuk melawan infeksi menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Kasus sepsis yang parah dapat menyebabkan syok septik, yang merupakan keadaan darurat medis.

Ada tiga tahap sepsis: sepsis, sepsis berat, dan syok septik. Sepsis dapat terjadi saat masih di rumah sakit untuk memulihkan diri dari prosedur, tetapi tidak selalu demikian.

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami salah satu gejala di bawah ini. Semakin dini Anda mencari pengobatan, semakin besar peluang untuk bertahan hidup.

Pemilik nama lengkap Wimar Witoelar Kartaadipoetra ini lahir di Padalarang, Jawa Barat, 14 Juli 1945. Ia merupakan putra termuda dari lima bersaudara pasangan Raden Achmad Witoelar Kartaadipoetra dan Nyi Raden Toti Soetiamah Tanoekoesoemah.

Istrinya, ahli saraf Suvatchara Witoelar, meninggal dunia pada 2003. Bersama Suvatchara, Wimar memiliki dua putra Satya Tulaka (1975) adalah seorang arsitek dan pengembang web yang pernah bekerja di Yahoo dan Aree Widya (1978), PhD di bidang matematika dan ilmu komputer.

Ia adalah adik Rachmat Witoelar, mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu dan adik ipar dari Erna Witoelar yang juga mantan Menteri Indonesia. (Poy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here