Jawab Tantangan Teknologi, LPDB Imbau Koperasi Rangkul Anak Muda

521
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUKM), Braman Setyo

Yogyakarta, Muslim Obsession – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Braman Setyo, mengimbau agar pelaku koperasi merangkul anak-anak muda.

Menurut Braman Setyo, tantangan ke depan dengan penggunaan teknologi mengharuskan koperasi-koperasi Indonesia untuk berbenah diri. Hal ini juga dilakukan agar tidak terjadi gap atau ketimpangan antara perkembangan teknologi dengan dinamika koperasi, BMT maupun pelaku usaha lainnya.

Disamping itu, pelaku usaha yang selama ini telah menerima dana bergulir juga bisa lebih menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah masing-masing.

“Saya kira para pengurus koperasi tidak perlu egois. Cobalah rangkul dan rekrut anak-anak muda terutama mereka yang profesional,” ungkapnya usai membuka Rapat Koordinasi Pengalihan Dana Bergulir dan Rekonsiliasi Data Rekening Triwulan II Tahun 2018 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin malam (30/7/2018).

Braman menjelaskan, saat ini LPDB tengah concern menjalankan transformasi dalam hal penyaluran, pemanfaatan, dan pengembalian dana bergulir bagi KUMKM.

Di bidang penyaluran, misalnya, LPDB tengah menyiapkan financial technology (fintech) sebagai sebuah terobosan. Melalui fintech, diharapkan penyaluran dana bergulir akan semakin mudah dijangkau, sehingga lebih banyak KUMKM bisa memanfaatkannya.

“Saat ini sudah ada enam vendor yang siap bekerja sama dengan LPDB untuk mengembangkan fintech ini,” ungkapnya.

Penggunaan fintech ini akan diuji-cobakan pada Oktober atau November tahun ini. Braman Setyo pun berharap nantinya setelah diuji-cobakan, fintech akan bisa digunakan mulai awal tahun 2019.

“Dana untuk ini sudah ada. Nantinya melalui fintech ini, selain secara konvensional, penyaluran dana bisa juga dilakukan dengan fintech ini,” tandasnya.

Manajer BMT Palur, Suwardiyah, menyambut baik imbauan Dirut LPDB. Menurutnya, keterlibatan pemuda di koperasi memang sudah seharusnya digalakkan. Apalagi saat ini penggunaan teknologi seperti aplikasi di android sudah mulai dilakukan.

“Kebetulan, pengurus kami juga ada beberapa anak muda usia 20 tahunan. Mereka rata-rata lulusan diploma tiga,” ungkapnya.

Dengan potensi yang saat ini dimiliki, Suwardiyah meyakini pihaknya siap jika fintech nantinya dikembangkan LPDB.

Sambutan positif juga dikemukakan pengurus BMT Center Kube Karanganyar, Marlina. Menurutnya, pihaknya bahkan sudah menggunakan aplikasi android BMT Mobile sejak November 2017. Dengan adanya aplikasi ini, Marlina mengaku BMT Center Kube merasa sangat terbantu, sehingga anggota dapat terlayani dengan baik dan lebih mudah.

“Intinya kami menyambut baik dan kami siap untuk itu,” kata Marlina. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here