Janji Joe Biden Untuk Umat Islam Jika Terpilih Sebagai Presiden Amerika

250

Jakarta, Muslim Obsession – Joe Biden maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat (AS) melawan Donald Trump. Sejak awal Joe Biden sudah menunjukan keperpihakannya kepada umat Islam. Demikian juga pada saat kampanye, dia kerap menunjukan pro terhadap umat Islam.

Joe Biden pun memberikan janj kepada warga Muslim di AS jika dirinya terpilih sebagai presiden. Janji yang Joe Biden berikan pada warga muslim ialah mencabut ‘Larangan Muslim’ yang sebelumnya diberlakukan oleh Donald Trump.

Tak hanya itu, Biden pun berjanji akan melibatkan Muslim Amerika dalam setiap aspek sosial dan politik dalam pemerintahannya kelak. Joe Biden juga berjanji akan mendorong anggota parlemen membuat undang-undang untuk memerangi lonjakan kejahatan rasial di AS.

“Sebagai Presiden, saya akan bekerja dengan Anda untuk menghilangkan racun kebencian dari masyarakat kita untuk menghormati kontribusi Anda dan mencari ide-ide Anda. Pemerintahan saya akan terlihat seperti Amerika, dengan Muslim Amerika melayani di setiap tingkatan,” kata Joe Biden, sebagaimana dikutip dari Deccan Herald, Selasa, (20/10/2020).

“Pada hari pertama, saya akan mengakhiri larangan Muslim inkonstitusional Trump. Saya akan mendorong Kongres untuk mengesahkan undang-undang kejahatan dan kebencian. Saya akan menerapkan strategi nasional yang telah saya susun sejak Maret untuk menanggulangi Covid-19,” lanjut Joe Biden.

“Saya akan mengakhiri ketidaksetaraan yang mematikan dalam perawatan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan yang telah diperbesar oleh krisis ini. Dan bersama-sama, kita akan membangun kembali sistem peradilan pidana yang berfokus pada penebusan, bukan retribusi,” kata Joe Biden menambahkan.

Sejak masa pemerintahan Presiden AS, Donald Trump telah melakukan larangan perjalanan yang kontoversial, yakni melarang Muslim memasuki AS. Oleh para kritikus, kebijakan tersebut dinamakan “Larangan Muslim”.

Larangan tersebut meliputi beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Iran dan Suriah. Pada Februari lalu, larangan perjalanan tersebut semakin diperluas hingga mencakup enam negara tambahan, termasuk Nigeria.

Melihat bahwa suara Muslim Amerika penting bagi komunitas dan negara, Joe Biden mengklaim bahwa komunitas tersebut tidak selalu mendapatkan rasa hormat atau representasi yang layak mereka dapatkan selama berada di bawah kepemimpinan Donald Trump.

“Ini bukanlah siapa kita. Abraham Lincoln memberi tahu kami di Gettysburg, sebuah rumah yang terbagi tidak dapat berdiri. Hari ini, kepercayaan sedang surut. Harapan tampaknya sulit dipahami. Alih-alih menyembuhkan, kita sedang terkoyak. Dan saya menolak untuk membiarkan itu terjadi. Kami memiliki dua masa depan yang lebih cerah untuk pemerintahan AS kelak,” kata Joe Biden.

Joe Biden juga mengatakan bahwa dia akan merangkul semua harapan masyarakat dan berusaha memberikan yang terbaik untuk warga Amerika Serikat kelak.

“Saya katakan dari awal, saya menjalankan negara Amerika Serikat untuk merangkul harapan, bukan ketakutan. Merangkul terang, bukan kegelapan. Merangkul masa depan, bukan masa lalu. Dan saya akan memberikan yang terbaik untuk kita semua. Maksud saya, Anda semua lebih tahu daripada siapa pun bahwa kita memiliki kekuatan untuk mengubah arah, mengorganisir, mengadvokasi, dan memilih,” kata Joe Biden. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here