Jangan Tinggalkan Shalat! Ngeri Akibatnya..

346

Muslim Obsession – Saat adzan Subuh berkumandang, masih lelap tertidur. Saatnya Shalat Zhuhur masih sibuk bekerja. Saatnya Shalat Ashar masih menggeluti dunia.

Saatnya Shalat Maghrib masih di perjalanan, serta saatnya Shalat Isya tubuh sudah terlalu lelah dan akhirnya tertidur.

Andakah itu? Semoga bukan. Karena jika kita sengaja meninggalkan shalat, maka ngeri akibatnya!

Shalat merupakan syarat mutlak seseorang disebut sebagai seorang Muslim. Karena jika seorang Muslim tak lagi menjalankan shalat, maka bisa jadi ia masuk ke dalam perbuatan syirik dan kafir.

Sebuah hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat,” (HR. Muslim).

Dalam hadits lainnya, dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir,” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i).

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan dalam kitab Syarh Shahih Muslim bahwa “Jika seseorang meninggalkan shalat, maka tidak ada antara dirinya dan kesyirikan itu pembatas, bahkan ia akan terjatuh dalam syirik. Istilah syirik dan kafir kadang bisa bermakna sama yaitu kafir kepada Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 2:64)

Seperti Qarun dan Firaun

Orang-orang yang meninggalkan shalat biasanya disebabkan karena ia sibuk dengan pekerjaan atau usahanya serta kesibukannya sebagai pejabat. Dalam pikirannya, harta dan kedudukan menjadi yang paling utama.

Jika sudah demikian, maka tak heran jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa orang-orang yang sengaja meninggalkan shalat karena urusan duniawi itu akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.

Sebuah hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan tentang shalat pada suatu hari di mana beliau bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

“Siapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Gambarannya seperti ini. Siapa saja yang melalaikan shalat karena sibuk dengan hartanya, maka ia akan dikumpulkan bersama Qorun. Siapa yang meninggalkan shalat karena sibuk dengan kerajaannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun.

Begitu juga dengan mereka yang melalaikan shalatnya karena sibuk dengan kekuasaan, maka ia akan dikumpulkan bersama menterinya Fir’aun bernama Haman. Dan siapa yang lalai dan meninggalkan shalat sibuk dengan berdagang, maka ia akan dikumpulkan bersama Ubay bin Kholaf.

Nah, Sobat Muslim. Mari kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah ‘azza wa jalla serta senantiasa bermohon kepada-Nya agar kita dibimbing untuk menjaga shalat lima waktu. Aamiin.

Wallahu A’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here