Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Istighatsah, Munajat, dan Isti’anah

2425
Berdoa (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Sebagian dari kita mungkin masih bingung dengan makna dari istilah berdoa dalam tradisi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) antara istighatsah, munajat, dan isti’anah. 

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (SAS) istighatsah adalah memohon sesuatu pertolongan dengan cara berjamaah atau ramai-ramai.

Kalau yang kita mohon itu dengan cepat (dikabulkan Allah, red.) disebut istighatsah. Kalau tidak ingin cepat (dikabulkan Allah) disebut isti’anah. Kalau minta kepada Allah dilakukan sendirian, malam-malam disebut munajat,” jelasnya pada pengajian bulanan Lembaga Dakwah PBNU di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (20/2/2019) malam.

Ia menambahkan ketiga jenis tersebut disebut berdoa. Permintaan dari bawah ke atas (kepada Allah). Sementara kalau permintaan dari atas (dari Allah) kepada makhluk-Nya disebut perintah.

“Kalau permintaan sesama manusia yang sepantaran disebut iltimas, bukan perintah, bukan doa,” katanya lagi.

Ada lagi cara lain yaitu membaca kalimat tertentu berdasarkan ijazah dari guru, dengan jumlah tertentu, berpuasa dengan hari tertentu dengan jumlah tertentu pula, bernama aurad. Aurad merupakan bentuk jamak, sementara mufradnya wirid.

“Itu mintanya kejutan. Warid, bahasa arabnya, kejutan. Semuanya itu dinamakan dzikir sesuatu yang bisa mendekatkan kepada allah, kita persembahkan kepada Allah,” jelas SAS. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here