Jangan Sia-Siakan! Ini 7 Keistimewaan Bulan Muharram

824
Keutamaan Bulan Muharram (Foto: Ilustrasi/Santrinow)

Muslim Obsession – Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang memiliki banyak keistimewaan. Bulan-bulan haram itu di antaranya bulan Dzulqa’dah, Bulan Dzulhijah, Bulan Muharram, dan Bulan Rajab.

Dari Abu Bakrah, bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.“

Hadits ini shahih yang diriwaytakan oleh Al-Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679/4383. Dijelaskan Ustadz Syamsuri Halim bahwa pada bulan-bulan tersebut memiliki keistimewaan-keistimewaan tersendiri yang bisa menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt. atau justru sebaliknya.

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah, bulan ini disebut oleh Nabi Muhammad Saw. sebagai syahrullah yang artinya Bulan Allah. Tentunya, bulan ini mempunyai keutamaan dan kesitimewaan yang sangat besar.

Di zaman sebelum datangnya Nabi Muhammad Saw. bulan ini bukan dinamakan bulan Al-Muharram, tetapi dinamakan bulan Shafar Al-Awwal. Sedangkan sebutan untuk bulan Shafar dinamakan Shafar Ats-Tsani. Setelah datangnya Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. kemudian bulan Shafar Al-Awwal dinamakan Al-Muharram.

Al-Muharram di dalam bahasa Arab artinya adalah waktu yang diharamkan. Untuk apa? Yaitu larangan untuk menzalimi diri-diri kita dan melakukan perbuatan dosa, karena dosanya sangat berlipat.

Allah Sw berfirman, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

Lanjutan daripada ayat di atas Allah Swt. berfirman, “Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian di dalamnya (bulan yang empat). Karena berbuat dosa pada bulan-bulan haram ini lebih berbahaya daripada di bulan-bulan lainnya.

Qatadah rahimahullah pernah berkata, “Sesungguhnya berbuat kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada berbuat kezaliman di selain bulan-bulan tersebut. Meskipun berbuat zalim pada setiap keadaan bernilai besar, tetapi Allah membesarkan segala urusannya sesuai apa yang dikehendaki-Nya.” (Tafsir ibnu Abi hatim VI/1793)

Penjelasan mengenai ayat tersebut adalah begitu dijadikan agungnya bulan Muharram dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala, perbuatan zalim dan maksiat adalah dosa besar, dan dosa itu menjadi sangat berlipat pada keadaan di bulan Muharram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here