Jangan Mudah Tersesat dalam Kehidupan Medsos

379
Ketua PBNU Robikin Emhas.
Ketua PBNU Robikin Emhas.

Jakarta, Muslim Obsession – Ketika kita hendak mencari referensi di ‘mesin pencari’ atau media sosial, perlu diperhatikan rujukan yang jelas. Karena referensi dari manapun sumbernya ibarat asupan makanan bagi tubuh.

“Membaca sebuah literatur, membaca buku, membaca informasi, membaca berita itu nyaris sama dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh kita. Kalau sesuatu itu baik, insyaallah akan menghasilkan energi positif. Jikalau tidak, bisa sebaliknya,” kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan Robikin Emhas, Rabu (10/7/2019).

Ia mengungkapkan, saat ini dunia digital sudah tidak bisa dihindari oleh setiap orang. Apalagi dengan menjamurnya grup-grup WhatsApp yang menyebabkan dengan mudahnya orang meneruskan sebuah berita atau informasi, padahal belum tentu jelas kebenarannya.

“Untuk itu masyarakat harus berhati-hati dalam mencari referensi dan tidak asal meneruskan postingan di media sosial. Kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia, bahkan Muslim di mana pun, untuk mencari referensi mengenai hasanah keilmuan, lebih-lebih di bidang keagamaan di portal-portal online, saya sarankan gunakan literatur-literatur Islam yang moderat dan toleran,” paparnya.

Robikin juga mengimbau agar Nahdiyin khususnya untuk berhati-hati agar tidak tersesat di dalam kehidupan media sosial yang keliru. Sebab, begitu keliru jalan, tidak akan sampai tujuan.

“Harapan saya dengan referensi yang benar maka kita berada di jalan yang benar. Dengan begitu, insyaallah kita bisa mencapai ke tujuan yang kita harapkan,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here