Jangan Keliru Atasi Masalah

95

Oleh: Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Si (Direktur Fundrising DT Peduli)

Salah satu kekeliruan manusia adalah terlalu mengandalkan otot dan otak untuk mengubah atau memperbaiki masalah. Otot dan otak memang perlu, tapi seringkali melupakan Allah subhanahu wa ta’ala yang sejatinya pembuat semua solusi dari berbagai masalah.

Kekeliruan itu bermula dari metode penanggulangan masalah. Biasanya dan umumnya kita memasang otak di urutan pertama. Otak memilah persoalan, membuat kategorisasi, lalu membuat strategi dan perencanaan penanggulangannya. Setelah itu, melibatkan otot untuk berupaya keras mewujudkan solusi itu terbentuk.

Otak dan otot bekerja. Keasyikan, maka lupa posisi Allah akan ditaruh di mana. Allah sama sekali tak dilibatkan di dalamnya. Inilah kekeliruan yang sebenarnya.

Maka, lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh tentang bagaimana sebaiknya menanggulangi atau memecahkan masalah. Di antaranya tergambar dalam sebuah doa yang sangat indah:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Fatimah (puterinya), “Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya).” (HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro 381: 570, Al Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227).

Doa ini Rasulullah ajarkan kepada putrinya, Fatimah. Sebuah doa indah yang memiliki kandungan makna luar biasa, yang mengajarkan kepasrahan diri kepada Allah Ta’ala sekaligus ketawadhu’an tingkat tinggi.

Diawali tawassul dengan asma-Nya, kita sebagai hamba Allah sangat menggantungkan diri, berharap pertolongan selamanya kepada Allah yang berdiri sendiri dan tidak bergantung pada makhluk-Nya. Dalam doa itu berisi permintaan tolong dari suatu musibah dengan tawassul pada sifat rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu. Yang diharap adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.

Di dalam doa itu terdapat permintaan agar Allah memperbaiki segala urusan kita yang mencakup urusan di rumah, urusan dengan tetangga dan sahabat, urusan dalam pekerjaan, termasuk di dalamnya pula permohonan agar diperbaiki keadaan diri, diperbaiki hati dan kesehatan serta segala yang berkaitan dengan diri kita. Yang kita minta pada Allah adalah perbaikan dan keselamatan.

Semua kemudahan itu adalah karunia Allah, bukan usaha dan kerja keras kita yang hanya seorang hamba. Karenanya di akhir doa ditutup dengan bentuk pasrah dan butuh kepada Allah yang sempurna. Ada kepasrahan dengan permohonan agar setiap urusan tidak disandarkan pada diri pribadi meski hanya sesaat.

Inilah sifat tawakkal yang senantiasa bergantung pada pertolongan dengan kekuatan dari Allah. Karena siapa yang bertawakkal pada Allah, maka Dia akan memudahkan urusannya. Siapa yang meminta tolong pada Allah, Dia akan beri pertolongan. Setiap hamba pasti selalu butuh pada Allah, tidak bisa lepas dari-Nya walau sekejap mata.

Inilah salah satu doa terbaik yang Rasulullah ajarkan kepada putrinya dan patut kita panjatkan kepada Allah Ta’ala. Baca doa ini setiap pagi dan petang untuk meraih simpatik Allah kepada kita para hamba-Nya yang lemah, hamba-Nya yang tak memiliki daya upaya untuk mengubah keadaan apapun. Apalagi di era pandemi saat ini.

Lalu apa hanya cukup dengan doa? Tidak. Setelah ‘melaporkan’ kelemahan kita kepada Allah, lanjutkan dengan ikhtiar. Bekerja keras, bekerja cerdas. Insya Allah tuntas.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here