Jamaah Haji Asal Medan Meninggal di Tanah Suci

858
Hingga Kamis (26/7/2018) ini jamaah haji asal Indonesia yang wafat menjadi tujuh orang.

Makkah, Muslim Obsession – Seorang jamaah haji Indonesia kembali meninggal dunia di Madinah, Rabu (25/07). Katio Simanjutak (59) warga Medan jamaah kloter MES-2 menjadi jamaah haji asal Indonesia ketujuh yang wafat di Tanah Suci.

Dilansir Kemenag, sebelumnya Sanusi Musthofa Khafid (73) menjadi jamaah haji keenam asal Indonesia yang wafat di Tanah Suci. Jamaah asal SUB-06 itu meninggal pada, Selasa (24/07) malam Pukul 22.10 WAS.

Lima jamaah lainnya adalah Sukardi Ratmo Diharjo (59), jamaah haji Kloter JKS-1; Hadia Daeng Saming (73) kloter 5 embarkasi Makassar; Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13, Sunarto Sueb Sahad (57) Kloter 15-SOC; dan Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jamaah kloter 5-SOC.

Surat kematian jemaah haji Indonesia sebagai dasar pengajuan izin pemakaman di Saudi. (Foto: Kemenag)

Menurut Kasi Kesehatan Daker Madinah, dr. Indro Murwoko, dalam rilisnya yang diterima Media Center Haji (MCH), almarhum Katio Simanjuntak didiagnosis menderita cardiac arrest (henti jantung).

“Kami juga telah melayangkan surat izin pemakaman almarhum kepada Kadaker Madinah,” tulis dr. Indro dalam rilisnya.

Sementara itu MCH Madinah yang mewawancarai Konsultan Pembimbing Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Ahmad Kartono menyebut, semua jamaah yang meninggal sebelum wukuf di Arafah akan dibadalhajikan.

’’Nanti didata dulu identitasnya, lalu PPIH Arab Saudi akan menunjuk beberapa orang, biasanya dari temus (tenaga musiman), untuk membadalhajikan jamaah yang wafat itu,’’ terang Ahmad Kartono.

Satu temus akan mengerjakan haji untuk satu jamaah yang wafat. ’’Jadi tidak boleh ganda. Temusnya juga harus sudah pernah berhaji,’’ jelasnya. Setelah selesai, PPIH akan menerbitkan sertifikat badal haji dan diserahkan kepada ahli waris. (Fath)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here