Jalan Kaki ke Makkah, Pria Ini Tempuh 60 KM Per Hari

181
Farid Feyadi (Foto: Anadolu Agency)

Inggris, Muslim Obsession Ibadah haji adalah perjalanan seumur hidup yang diimpikan banyak orang. Oleh sebab itu, pria Muslim asal Inggris Farid Feyadi ingin menjadikan perjalanan hajinya menjadi momen yang tak terlupakan, yakni dengan berjalan kaki.

Dia juga ingin apa yang dilakukannya dapat menginspirasi generasi muda dan membuktikan kepada dunia bahwa umat Islam itu damai.

“Sebagai seorang Muslim, saya percaya kita masing-masing adalah duta agama ini, kita memiliki tanggung jawab besar di pundak kita untuk mewakili Islam dan Muslim dalam cara terbaik ke dunia. Saya mencoba melakukan sesuatu dengan sangat damai dan menunjukkan bahwa Islam adalah gelombang perdamaian dan berasal dari kata Salaam,” katanya, dilansir Anadolu, Senin (24/2/2020).

Diketahui, ia sudah memulai proyek ‘Walk for Peace’ tersebut sejak tahun lalu, tepatnya pada 3 November 2019. Pada awalnya, dia berpikir untuk melakukan perjalanan dengan sepeda. Kemudian, dia berubah pikiran.

“Saya memulai perjalanan ini pada 3 November 2019. Saya tidak pernah mengalami perjalanan seperti ini, saya bepergian dengan pesawat, saya memesan hotel yang bagus, tetapi tidak pernah seperti ini. Saya sangat bersemangat!” ujar dia.

Feyadi berencana untuk tiba di kota suci Makkah, tempat jutaan Muslim melakukan perjalanan haji setiap tahun pada bulan Juli, saat musim panas yang menyengat menguasai wilayah tersebut.

“Saya sudah berjalan 4.000 km [2.485 mil] ke Istanbul. Saya mendorong diri saya dengan sangat keras untuk tiba di Istanbul,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa ia harus menempuh sekitar 2.700 km.

Bersabar dengan perjalanan ini, Feyadi juga berharap agar apa yang ia lakukan dapat menginspirasi harapan pada pasien kanker di seluruh dunia.

“Saya seorang yang selamat dari kanker ginjal, saya hidup dengan satu ginjal. Saya melakukan proyek ini dan saya berjalan antara 60 km setiap hari. Semua berkah ini berasal dari Allah. Jika Dia tidak membantu, saya tidak akan sampai di sini. Saya pernah berada di hujan lebat, salju, dan air dingin,” bebernya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here