Jaga Hubungan Baik, Sekjen RISEAP Kunjungi Dewan Da’wah

361
RISEAP
Sekretaris Jenderal RISEAP Mohammad Marzuki Mohammad Omar berkunjung ke Dewan Da’wah Pusat, Jakarta, Rabu (28/11/2018). (Foto: Humas Dewan Da’wah)

Jakarta, Muslim Obsession – Regional  Islamic  Da’wah Council of Southeast Asia & the Pacific (RISEAP) adalah organisasi dakwah yang didirikan atas prakarsa almarhum Tengku Abdul Rahman, Perdana Menteri Malaysia pertama (1957-1970) pada awal 1980. RISEAP beranggotakan lembaga-lembaga Islam dari 23 negara, yang pergerakannya fokus pada persoalan kehidupan muslim minoritas di Asia Pasifik.

Beberapa program RISEAP antara lain mengadakan latihan untuk imam dan khatib, youth camp, penerbitan dan latihan keterampilan untuk pemuda dan wanita. Untuk mendukung dakwah di berbagai masyarakat minoritas Islam di wilayah Asia Pasifik, penempatan dai di daerah minoritas anggota RISEAP di Asia Tenggara dan Pasifik, seperti Papua New Guinea, Fiji, Philipina. Program-program ini sangat diperlukan, terutama untuk masyarakat minoritas Islam yang sering menghadapi tantangan survival mereka.

Sekretaris Jenderal RISEAP Mohammad Marzuki Mohammad Omar berkunjung ke Dewan Da’wah Pusat, Jakarta, Rabu  (28/11/2018). Kunjungan Mohammad diterima oleh Pengurus Dewan Da’wah, antara lain Sekretaris Umum Avid Solihin, Bendahara Umum Edy Setiawan, Wakil Ketua Umum Bidang Waqaf dan Hubungan Luar Negeri KH Abdul Wahid Alwi, serta Wakil Ketua Umum bidang Dakwah dan Kerja Sama Dalam Negeri Amlir Syaifa Yasin. Hadir pula Ketua Laznas Ade Salamun, Ketua Muslimat  Andi Nurul Jannah, dan beberapa pengurus Dewan Dawah lainnya.

Pada Kamis (29/11) Mohammad bersama timnnya antara lain Noraindah Jayus, Wan Abdul Malik Wan AJU dan Ahmad Azhari berkunjung ke  Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir di Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk melihat proses kaderisasi dai yang diformat Dewan Da’wah. Kehadiran Mohammad  dan rombongan diterima oleh Ketua STID Mohammad Natsir, Dwi Budiman Assiroji dan tim.

“Misi kunjungan ini adalah membangun kembali silaturahim dengan lembaga-lembaga Islam di Indonesia,” kata Mohammad seperti dikutip dari keterangan tertulis Humas Dewan Da’wah Pusat yang diterima obsessionnews.com, Jumat (30/11).

Yang menjadi anggota RISEAP adalah Dewan Da’wah, Muhammadiyah, Wanita Islam, HMI, PII dan PITI. Salah satu tujuan  dari terjalinnya silaturahim tersebut adalah kerja sama dakwah dengan beberapa anggota tersebut.

Menyambut usulan tersebut Dwi Budiman menyampaikan kesediaannya menerima kader yang dikirim RISEAP sebagai mahasiswa STID Mohammad Natsir melalui sistem beasiswa dan akan dikembalikan setelah kelulusannya. Demikian pun sebaliknya, membuka peluang kerja sama dengan RISEAP untuk mengirim dai Dewan Da’wah ke negara-negara minoritas muslim.

Hubungan Dewan Da’wah dengan RISEAP sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Ketua Umum Dewan Da’wah Mohammad Siddik berdasarkan rekaman jejak digital menjabat sebagai Wakil Presiden RISEAP sejak dia  masih sebagai Penasihat Lazis Dewan Da’wah. Mohammad Siddik mendapat amanah untuk menjadi Wapres di Zona Tengah (ASEAN) untuk yang ketiga kalinya dengan masa bakti 2013-2015, dan yang keempat kalinya berakhir awal 2018 lalu.

Demikian pula dengan wanita Indonesia yang dalam sejarahnya,  ketika bapak-bapak Masyumi mendirikan Dewan Da’wah wanita Masyumi pun mendirikan Wanita Islam,  telah menjadi anggota RISEAP, dan hubungannya sejak awal hingga kini masih terjaga dan saling bersinergi.

Perwakilan dari PII yang ikut hadir dalam kunjungan Mohammad Marzuki ke Dewan Da’wah menyatakan senang mendapat undangan ini, karena dapat terhubung kembali dengan RISEAP. Sama halnya dengan Muhammadiyah yang selama ini kurang aktif.

Keanggotaan RISEAP terdiri dari organisasi-organisasi dakwah di Zona Utara yang mencakup Jepang Korea, Taiwan, China, Hongkong dan Macao; Zona Tengah yaitu semua negeri ASEAN plus Maldive dan Sri Langka, dan Zona Selatan yang mencakup Australia, New Zealand, Fiji, Papua New Guenia, Tongga, Samoa, Kaledonia Baru, Karibati, dan lainnya. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here