Jadi Keluarga Besar, Walkot Surabaya Ingin Sekolah Negeri dan Swasta Disatukan

53
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Foto: tribun)

Surabaya, Muslim Obsession – Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi memiliki cara sendiri untuk menutupi kekurangan pada sekolah negeri dan swasta di wilayahnya. Caraya ialah dengan menyatukan sekolah negeri dan swata di wilayahnya menjadi keluarga besar.

“Ketika menjadi keluarga besar, pasti ada senyum dan kebersamaan, sehingga apabila ada kekurangan bisa dilengkapi secara bersama-sama,” kata Eri di Surabaya, Rabu (24/11/2021).

Dengan cara itu, lanjut dia, di Kota Surabaya ini tidak ada lagi yang tidak bisa sekolah, tidak ada sekolah yang kekurangan murid, tidak ada lagi sekolah yang tidak bisa membangun sarana dan prasarananya.

“Yang paling penting, tidak ada lagi persaingan guru antara negeri dan swasta. Nah, itu tugasnya siapa? Ya tugas saya dan Pemkot Surabaya. Makanya saya berharap jadi satu kesatuan,” terangnya.

Eri menjelaskan, untuk menyatukan sekolah negeri dan swasta di Surabaya, antara lain harus ada kesepakatan di awal terkait dengan jumlah guru.

Contohnya, sambung Eri, jika ada seorang guru di sekolah A kekurangan jam mengajar, sedangkan di sekolah B kelebihan mengajar, maka bisa disesuikan.

“Terus ini mau diapakan? Nanti biar sekolah yang menghitung sendiri, nanti pindah ke sekolah B misalnya. Ini harus bisa terwujud dan saya yakin dengan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) swasta, hal itu yakin bisa terwujud,” ujarnya.

Eri juga menekankan agar para guru meningkatkan kemampuan personalnya dengan adanya berbagai literasi. Dengan cara itu, diharapkan murid-muridnya juga punya keinginan dan kemampuan untuk membaca berbagai literasi.

Selain itu, jika ada sekolah swasta yang butuh infrastruktur, maka sekolah negerinya mengalah dulu kalau memang sudah bagus, sehingga harus gantian. Bahkan, ia berharap sekolah negeri menjadi sadar bahwa sekolah swasta itu merupakan partner, bukan saingan.

“Kalau sudah begitu, maka anak-anak saya di Surabaya mau masuk negeri senang dan mau masuk swasta ya senang, karena antara SD dan SMP yang 9 tahun merupakan tanggung jawab saya,” ujarnya.

Karena itu, ia juga menegaskan apabila masih ada anak SD dan SMP yang menyampaikan, sekolahannya jelek dan tidak nyaman, maka itu tanggung jawab Pemkot Surabaya.

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa harus ada kesepakatan bersama antara sekolah negeri dan swasta, terutama jika muncul sekolah baru. Sebab, kata dia, tidak mungkin di-cover semuanya dalam satu tahun anggaran.

“Nanti kalau sudah terbuka semuanya, saya yakin semuanya bisa mengerti. Makanya saya jelaskan, kalau guru negeri dan swasta kumpul bareng dan ada tawa ceria dan renyah, maka itu berarti sudah ada kebersamaan. Saya yakin MKKS negeri dan swasta itu bisa bersatu,” tegasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here