ITB Lakukan Survey Penyebaran Fasilitas Air Bersih di Lombok

1896
Pemeriksaan PH air sendiri menggunakan alat PH Meter. Air dikatakan memiliki PH yang baik dan bisa digunakan sebagai sumber air minum jika berada pada PH seimbang yaitu sekitar PH 7. Sementara konduktifitas diperiksa untuk melihat seberapa asin air sumur tersebut. Sedangkan kolom air diperiksa untuk melihat jumlah air yang masih bisa dipakai.

Daerah yang kekurangan air akan dibantu dengan pembuatan sumur bor. Pembuatan sumur bor sudah mulai dilakukan sejak Senin (27/8/2018). Pengeboran tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama pada tiap sumur karena beberapa daerah mempunyai kondisi tanah berbeda.

“Ada beberapa kondisi geologis yang agak beda. Bagian sisi barat ke arah Tanjung dan Kayangan itu pasir lepasnya luar biasa, tapi kalau Pemenang ke arah selatan dan timur beda lagi perlakuannya. Kalau di atas pegunungan itu dia sumurnya lebih dalam dan lapisannya lebih keras,” ungkapnya, seperti dirilis ITB, dikutip Rabu (29/8/2018).

Untuk menghadapi perbedaan lapisan tanah ini, bor sepanjang 2 meter tiap ruas dengan ukuran core barrel yang beragam dari 1 inci hingga 3,5 inci disiapkan. Mata bor pun beragam tergantung seberapa keras tanah yang akan dibor. Diharapkan pengeboran bisa memberdayakan tenaga masyarakat.

“Kita akan suplai tenaga ahlinya tapi kita akan coba melibatkan masyarakat sekitar karena kemungkinan besar mereka juga kehilangan mata pencaharian,” ujar Dr. Bagus Endar. (Vina)

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here