Islamophobia Meningkat di Manchester

604
Islamophobia (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Manchester, Muslim Obsession Seminggu setelah serangan teror Manchester Arena, setidaknya lebih dari sepuluh insiden anti-Muslim atau Islamophobia dilaporkan terjadi setiap hari. Demikian dilaporkan Tell Mama, sebuah kelompok yang dibentuk untuk mencatat kejahatan kebencian Islamophobia.

Tell Mama menyatakan dalam laporan tahunannya bahwa insiden Islamophobia di jalanan Inggris meningkat 30 persen dibanding tahun lalu. Dengan lebih dari 1.200 laporan diverifikasi oleh organisasi.

Bahkan, lonjakan setelah serangan konser Ariana Grande di Manchester pada Mei lalu, dinyatakan lebih tinggi dibanding pasca referendum Uni Eropa pada tahun 2016. Dari awalnya 12 laporan dalam seminggu, naik menjadi 69 laporan.

Tell Mama menyebut insiden juga melonjak dalam beberapa minggu setelah serangan di Westminster Bridge, London Bridge dan di Finsbury Park, di mana sebuah van dengan sengaja menabrak sekelompok Muslim.

“Kami melihat insiden berbasis jalanan yang lebih agresif, pelaku yang lebih muda, antara usia 13 hingga 18 tahun, vandalisme meningkat dan interferensi internasional oleh akun media sosial yang terorganisir,” kata direktur Tell Mama, Iman Atta, dilansir Metro News, Selasa (24/7/2018).

Insiden online pun meningkat 16,3 persen, dari 311 pada tahun 2016 menjadi 362 tahun lalu. Proporsi tertinggi insiden anti-Muslim terjadi di London (34 persen), diikuti oleh barat laut Inggris (18 persen), Yorkshire dan Humber (12 persen) dan West Midlands (10 persen). (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here