Islamofobia Tumbuh Karena Pemimpin Muslim Gagal Perangi Sentimen Barat

237
Imran Khan, PM Pakistan (Foto: The Star)

Malaysia, Muslim Obsession – “Pertumbuhan Islamofobia disebabkan karena para pemimpin Muslim gagal memerangi sentimen anti-Muslim di Barat dengan menjelaskan kebenaran tentang Islam,” kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Dalam pidatonya di Institut Internasional Studi Islam Lanjut (IAIS) Malaysia Selasa (4/2/2020) ia mengatakan ketidakmampuan untuk menghapus Islam dari definisi terorisme dunia Barat membuat masalah menjadi lebih buruk bagi lebih dari satu miliar Muslim di seluruh dunia.

Dia memilih peristiwa-peristiwa penting seperti Revolusi Iran, reaksi dunia Muslim terhadap buku kontroversial Salman Rushdie, The Satanic Verses, dan serangan 9/11 sebagai momen penting yang melihat Islamofobia tumbuh di Barat.

Menurut Imran, Revolusi Iran tahun 1979, yang mengakibatkan penggulingan monarki di sana, melihat negara-negara Barat takut untuk pertama kalinya bahwa Islam akan bertentangan dengan kepentingan mereka.

Selain itu, Islamofobia menjadi lebih buruk pada tahun 1988 dengan kontroversi atas buku Rushdie yang membuat marah umat Islam karena kontennya yang menghujat dan membuat penulis dihukum mati dari Iran.

“Saya menganggap itu adalah kegagalan terbesar kepemimpinan Muslim. Mereka seharusnya menjelaskan mengapa itu sangat penting. Orang Barat memiliki sikap yang sama sekali berbeda terhadap agama dibandingkan dengan dunia Muslim. Kami perlu menjelaskan kepada mereka mengapa itu (buku) menyebabkan kami sangat menderita. Sebagai akibat (dari kegagalan untuk menjelaskan) ini, Islam dipandang tidak toleran oleh dunia Barat,” ungkap Imran, sebagaiamana dilansir The Star, Rabu (5/2/2020).

Dia mengatakan setelah serangan 9/11 oleh al-Qaeda terhadap Amerika Serikat pada 11 September 2001, para pemimpin Muslim seharusnya keberatan ketika dunia Barat menyebut serangan-serangan ini sebagai tindakan terorisme Islam.

“Apa hubungan tindakan teroris dengan kita? Daripada mengatakan Islam tidak ada hubungannya dengan itu dan menghapus Islam dari serangan. Terlebih dunia Muslim, sayangnya mulai menggunakan terminologi Barat seperti ‘Islam moderat dan Islam radikal’. Islamofobia tumbuh lebih besar karena negara-negara Muslim tidak berhenti dan mempertanyakan ini dan mengatakan bahwa Islam dan terorisme tidak memiliki hubungan,” tambahnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here