Islamofobia, Dua Muslimah Berhijab Ditikam Dekat Menara Eiffel

107

Paris, Muslim Obsession – Dua wanita Muslim telah ditikam berulang kali di depan anak-anak mereka di bawah Menara Eiffel di Paris, Prancis.

Dua tersangka wanita telah ditangkap oleh polisi Prancis karena dugaan serangan rasis dengan ucapan ‘Arab Kotor’.

Wanita kulit putih yang ditahan itu dekarang harus melalui tuduhan percobaan pembunuhan, seperti yang dinyatakan oleh jaksa penuntut kota.

Setelah kartun Nabi Muhammad ditampilkan di kelas sekolah menengah tentang kebebasan berbicara, teroris membunuh seorang guru di Prancis Jumat lalu.

Anggota dari lima juta lebih komunitas Muslim Prancis telah mengajukan keluhan ‘Islamophobia’ yang disebabkan oleh tindakan keras terhadap masjid dan organisasi Muslim.

Para korban serangan itu berasal dari latar belakang Aljazair dan diidentifikasi sebagai wanita Prancis bernama Kenza yang berusia 49 tahun dan Amel yang beberapa tahun lebih muda.

Kenza dibawa ke rumah sakit karena ditusuk terus menerus sebanyak enam kali dan paru-parunya tertusuk, sementara Amel harus menjalani operasi di salah satu tangannya seperti yang diceritakan oleh sumber investigasi.

Tidak ada informasi yang diberikan tentang serangan itu yang mengakibatkan keributan di media sosial dan gambar yang dikonfirmasi beredar dari tempat kejadian.

Namun, Polisi Prancis telah mengkonfirmasi kejahatan tersebut memang terjadi malam hari. Sebuah video mengerikan merekam teriakan saat penusukan beredar di media sosial.

“Kami adalah satu keluarga, dengan lima orang dewasa dan empat anak. Kami telah berjalan-jalan di tingkat menara Eiffel, kami melakukan sedikit tur,” demikian seperti yang diceritakan oleh Kenza kepada surat kabar pembebasan, dilansir The Islamic Information, Kamis (22/10/2020).

Kedua wanita dengan anjing itu diduga mengeluarkan pisau dan menyerang Kenza dan Amel sekitar jam 8 malam. Beberapa orang juga mendengar hujatan seperti ‘Arab Kotor’ dan ‘Pulang ke negaramu sendiri’. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here