Iran Larang Akses Telegram di Sekolah

656
Iran larang akses Telegram di sekolah (Photo: Istimewa)

Teheran, Muslim Obsession – Kementerian Pendidikan Iran melarang penggunaan jaringan media sosial asing di sekolah-sekolah, di antaranya ialah Telegram.

Selama gelombang protes yang melanda puluhan kota Iran pada awal tahun, otoritas Iran melarang akses Telegram. Mereka menuduh aplikasi tersebut memungkinkan kelompok kontra revolusioner berbasis asing untuk memicu kerusuhan.

Sejak itu, pihak berwenang berusaha mengembangkan jaringan media sosial Iran dan membatasi ketergantungan pada platform berbasis asing, yang dituduhkan Teheran terhadap situs hosting yang dianggap memusuhi negara tersebut.

Beberapa platform Iran yang menawarkan layanan serupa dengan Telegram telah muncul dalam beberapa bulan terakhir. Seperti jaringan Soroush, yang mengklaim sudah memiliki lima juta pelanggan.

Menurut Kementerian Pendidikan, sekolah-sekolah seharusnya hanya menggunakan jaringan sosial domestik untuk komunikasi mereka. Meski demikan, Telegram adalah jaringan sosial paling populer di Iran.

Pada 2017, aplikasi ini mengklaim memiliki 40 juta pengguna bulanan di negara tersebut. Instagram juga sangat populer di Iran. Sedangkan Facebook dan Twitter kurang peminat, sehingga kedua platform ini diblokir di Iran. Tetapi masih dapat diakses menggunakan Virtual Private Network (VPN).

Menurut kantor berita resmi IRNA, Menteri Telekomunikasi Mohammad Javad Azari Jahromi baru-baru ini menjanjikan Iran. Dengan menawarkan jaminan kerahasiaan yang sama dengan platform asing.

“Tidak ada pesan yang dibaca, dan tidak ada informasi (pribadi) yang dikomunikasikan kepada siapa pun,” katanya kepada parlemen, sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Selasa (17/4/2018).

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan yang baru-baru ini diposting ke situs webnya, Ali Khamenei mengatakan pemerintah harus menjamin keamanan dan privasi orang-orang di internet. (Vina)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here