Intip Kecanggihan Kalung Buatan Kementan, Bisa Bunuh 80 Persen Virus Corona

144

Jakarta, Muslim Obsession – Publik lagi ramai memperbicangkan tentang kalung virus antivirus corona yang dibuat Kementerian Pertanian (Kementan). Kalung antivirus berbahan atsiri alias eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus influenza hingga virus corona. Kalung antivirus corona ini sempat jadi tranding di Twitter.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam video konferensi pers bahkan menyatakan akan memproduksi kalung secara massal pada bulan depan.

“Kami yakin bulan depan (Agustus) bisa dicetak massal,” tutur Syahrul dalam video konferensi di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diunggah kembali melalui Youtube Kementerian Pertanian pada Jumat, (3/7/2020).

Syahrul menjelaskan, kalung antivirus tersebut merupakan hasil penelitian Badan Litbang Kementerian Pertanian. Balitbang, kata dia, melakukan penelaahan terhadap 700 jenis pohon kayu putih. Satu di antaranya diklaim terbukti membunuh virus corona.

Menurut Syahrul, sistem kerja kalung ini bisa terlihat jika dipakai 15 menit, ia mengaku keberadaannya bisa melumpuhkan 42 persen virus corona. Sedangkan bila dikenakan lebih lama, yakni 30 menit, kalung bisa mematikan 80 persen virus corona dalam tubuh.

Selain kalung, Kementerian Pertanian menciptakan produk lainnya seperti roll on. “Kalau kita berdarah, cukup dioleh. Reumatik juga bisa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry mengatakan penemuan itu disimpulkan melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan.

Ia menjelaskan, laboratorium tempat penelitian eucalyptus telah mengantongi sertifikat level keselamatan biologi atau biosavety level 3 (BSL 3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner.

Fadjry menerangkan, kalung antivirus tersebut bukan merupakan obat oral maupun vaksin. Namun, ia mengklaim, berdasarkan penelitian, eucalyptol dapat berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus.

“Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus–disebut eucalyptol–dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan,” ucapnya.

Menurut Fadjry, eucalyptus ini pun sudah turun menurun digunakan sebagai minyak kayu putih. Adapun fungsi eucalyptus tersebut sebelumnya ialah untuk melegakan saluran pernapasan, menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.

Setelah dikembangkan, Fadjry ,mengatakan minyak atsiri eucalyptus pun bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

“Berdasarkan hasil uji, ternyata eucalyptus sp. bisa membunuh 80-100 persen virus mulai dari avian influenza hingga virus corona. Setelah hasilnya bagus, kami lanjutkan ke penggunaan nanoteknologi agar kualitas produknya lebih baik,” ucapnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here